Bom GBU-39 Buatan Boeing Digunakan dalam Serangan di Kamp Tenda Rafah

Rabu, 29 Mei 2024 - 15:04 WIB
loading...
A A A
Bulan lalu, Biden menandatangani rancangan undang-undang bantuan luar negeri yang mencakup USD26 miliar untuk konflik Israel-Hamas – termasuk USD15 miliar bantuan militer Israel, USD9 miliar bantuan kemanusiaan untuk Gaza, dan USD2,4 miliar untuk operasi militer regional AS.

Identifikasi CNN terhadap amunisi tersebut konsisten dengan klaim yang dibuat oleh juru bicara IDF, Laksamana Muda Daniel Hagari, dalam sebuah pengarahan tentang tragedi tersebut pada hari Selasa.

Hagari mengatakan kepada wartawan bahwa serangan tersebut – yang menurutnya ditujukan kepada komandan senior Hamas – menggunakan dua amunisi dengan hulu ledak kecil yang mengandung 17 kilogram bahan peledak, dan menambahkan bahwa bom-bom ini adalah “amunisi terkecil yang dapat digunakan oleh jet kami.” Hulu ledak tradisional GBU-39 memiliki daya ledak seberat 17 kilogram.

Hagari mengatakan kebakaran mematikan yang terjadi pasca serangan itu bukan semata-mata disebabkan oleh senjata yang digunakan militer Israel.

“Amunisi kami saja tidak dapat menyulut api sebesar ini,” kata Hagari, seraya menambahkan bahwa IDF sedang menyelidiki “apa yang mungkin menyebabkan kebakaran sebesar itu terjadi.”

Dia menambahkan bahwa Israel sedang menyelidiki apakah serangan itu “secara tidak sengaja memicu kemungkinan senjata yang disimpan di kompleks terdekat.”

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan serangan udara mematikan di Rafah adalah “kesalahan tragis,” namun mengatakan Israel telah berjanji untuk terus melanjutkan operasinya meskipun ada kemarahan internasional dan peringatan AS untuk tidak melanjutkan.

(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hamas Peringatkan Israel...
Hamas Peringatkan Israel Perluas Garis Kuning Gaza untuk Gagalkan Perundingan Gencatan Senjata
Militer AS Bangun Pangkalan...
Militer AS Bangun Pangkalan Baru di Dekat Perbatasan Gaza untuk Dukung Rencana Pasca-Perang
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Israel Kucurkan Rp917...
Israel Kucurkan Rp917 Miliar untuk Bangun 69 Permukiman Ilegal di Tepi Barat
Hamas Kutuk Otoritas...
Hamas Kutuk Otoritas Palestina karena Koordinasi Keamanan dengan Israel
Didanai Maroko, Nikah...
Didanai Maroko, Nikah Massal Digelar untuk 40 Warga Gaza Penyandang Disabilitas dan Cedera
Dewan Pers Minta Pemerintah...
Dewan Pers Minta Pemerintah Tempuh Jalur Diplomatik Bebaskan Jurnalis yang Ditangkap Israel
Laporan Media: UEA Cairkan...
Laporan Media: UEA Cairkan Miliaran Dolar untuk Iran agar Tak Jadi Sasaran Serangan
Jet Tempur F-16 AS Tembak...
Jet Tempur F-16 AS Tembak Benda Dikira UFO Pakai Rudal Rp9 Miliar, Ternyata Balon Pramuka
Rekomendasi
Bawakan Lagu Goal, Lisa...
Bawakan Lagu 'Goal', Lisa BLACKPINK Buka Piala Dunia 2026 dengan Penampilan Spektakuler
Bela Ruben Onsu, Betrand...
Bela Ruben Onsu, Betrand Peto Mengaku Pernah Ditampar Keluarga Sarwendah
5 Peristiwa Politik...
5 Peristiwa Politik Pekan Ini: Said Iqbal Jadi Penasihat Presiden, Prabowo Terima JK, hingga Mahasiswa Turun ke Jalan
Berita Terkini
4 Fakta Tempat Tinggal...
4 Fakta Tempat Tinggal Elon Musk, Rumah Sewa dan Ukurannya Mungil
Apa Itu Front Kedelapan...
Apa Itu Front Kedelapan Israel? Propaganda Digital terhadap Politikus Pro-Palestina
Pejuang Hizbullah Sergap...
Pejuang Hizbullah Sergap Pasukan Israel di Lebanon
Ini 5 Bukti Perjanjian...
Ini 5 Bukti Perjanjian Damai AS dan Iran Tunjukkan Kegagalan Tujuan Perang Israel
Tiru Israel, Taiwan...
Tiru Israel, Taiwan Gunakan AI untuk Rekrut Informan dan Whistleblower China
Beijing: Asing Mata-matai...
Beijing: Asing Mata-matai China, Gunakan Kura-kura dan Ikan yang Dipasang Sensor
Infografis
Fenomena Ikan yang Hidup...
Fenomena Ikan yang Hidup di Laut Dalam Bermunculan ke Permukaan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved