Jamming Rusia Sebabkan Banyak Senjata Ukraina Pasokan AS Tak Efektif

Senin, 27 Mei 2024 - 11:14 WIB
loading...
A A A
“Teknologi Excalibur dalam versi yang ada telah kehilangan potensinya,” lanjut laporan Washington Post, seraya menambahkan bahwa konfrontasi dengan jamming Rusia telah menyangkal reputasinya sebagai senjata “satu tembakan, satu sasaran”.

Sistem HIMARS pernah menjadi berita utama setelah diberikan Washington kepada Kyiv pada tahun 2022. “Namun pada tahun berikutnya, semuanya berakhir: Rusia mengerahkan peperangan elektronik, sinyal satelit dinonaktifkan, dan HIMARS menjadi sama sekali tidak efektif,” keluh seorang pejabat senior militer Ukraina, yang menolak disebutkan namanya.

“Oleh karena itu, Kyiv terpaksa menggunakan peluru yang sangat mahal untuk menyerang target-target dengan prioritas lebih rendah,” katanya.

Tingkat keberhasilan JDAM juga turun secara signifikan hanya beberapa minggu setelah pertama kali diberikan kepada Kyiv pada bulan Februari 2023 karena “ketidaktahanan” mereka terhadap jamming Rusia terungkap, demikian penilaian internal Ukraina menekankan.

Menurut penilaian tersebut, selama periode itu, bom buatan AS tersebut meleset dari sasarannya antara 200 meter hingga 1,2 km.

Para pejabat Ukraina mengatakan kepada Washington Post bahwa mendapatkan penyesuaian yang diperlukan terhadap “persenjataan yang gagal” sangatlah sulit karena “proses yang terlalu birokratis” di Washington.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Murka, AS akan...
Trump Murka, AS akan Serang Iran dengan Sangat Keras Malam Ini
Iran Tinjau Lagi Perundingan...
Iran Tinjau Lagi Perundingan dengan AS setelah Eskalasi Terbaru
Iran Ungkap Proyektil...
Iran Ungkap Proyektil AS Hantam Tongkang Kargo Iran di Lepas Pantai Oman
Iran Serang Pangkalan...
Iran Serang Pangkalan Yordania Markas Jet Tempur Siluman F-35, F-15, dan F-16 AS
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
AS Tolak Masuk Wasit...
AS Tolak Masuk Wasit Piala Dunia Omar Artan, Alasannya Terlibat Organisasi Teroris
AS Rayakan 250 Tahun...
AS Rayakan 250 Tahun Kemerdekaan, Soroti Masa Depan Kemitraan Strategis dengan Indonesia
Ledakan di China Selatan...
Ledakan di China Selatan tewaskan Setidaknya 7 Orang
Presiden Pezeshkian...
Presiden Pezeshkian Sebut Ancaman Trump Tak Mempan untuk Iran
Rekomendasi
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bos Pertamina: Telah Mempertimbangkan Daya Beli Masyarakat
Timnas Indonesia Gagal...
Timnas Indonesia Gagal ke Final Piala AFF U-19 Usai Dikalahkan Australia
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
Berita Terkini
Israel Kucurkan Rp917...
Israel Kucurkan Rp917 Miliar untuk Bangun 69 Permukiman Ilegal di Tepi Barat
Trump Murka, AS akan...
Trump Murka, AS akan Serang Iran dengan Sangat Keras Malam Ini
Iran Tinjau Lagi Perundingan...
Iran Tinjau Lagi Perundingan dengan AS setelah Eskalasi Terbaru
Hamas Kutuk Otoritas...
Hamas Kutuk Otoritas Palestina karena Koordinasi Keamanan dengan Israel
Didanai Maroko, Nikah...
Didanai Maroko, Nikah Massal Digelar untuk 40 Warga Gaza Penyandang Disabilitas dan Cedera
Iran Ungkap Proyektil...
Iran Ungkap Proyektil AS Hantam Tongkang Kargo Iran di Lepas Pantai Oman
Infografis
Iran Paksa AS Terima...
Iran Paksa AS Terima Kekalahan setelah 40 Hari Berperang, Ini 10 Poin Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved