Deretan Pemimpin Dunia yang Mengalami Kecelakaan Penerbangan, Hanya Sedikit Selamat
Kamis, 23 Mei 2024 - 11:04 WIB
loading...
A
A
A
10 April 2010
Sebuah pesawat Tupolev 154 yang membawa 96 orang termasuk Presiden Polandia Lech Kaczynski dan istrinya tiba di Bandara Smolensk Rusia, di mana mereka akan menghadiri upacara memperingati Pembantaian Katyn, di mana sekitar 22.000 orang Polandia dieksekusi selama periode Stalin.Saat mendarat, pesawat menabrak kawasan hutan. Tidak ada yang selamat.
5 Februari 2024
Helikopter Robinson R-66 yang membawa mantan Presiden Chile Sebastian Pinera dan rombongan jatuh di Danau Ranco di Los Rios.Helikopter tersebut jatuh sesaat setelah lepas landas akibat hujan lebat dan kabut tebal. Tiga orang berhasil terjun ke danau dan sampai ke tepian Pinera tewas karena tidak bisa melepas sabuk pengamannya.
19 Mei 2024
Presiden Iran Ebrahim Raisi dan rombongan, termasuk Menteri Luar Negeri Hossein Amir-Abdollahian, tewas setelah helikopter yang membawa mereka jatuh di provinsi Azerbaijan Timur, Iran.Kepala Negara yang Selamat dari Kecelakaan Pesawat atau Helikopter
11 April 1955
Perdana Menteri China Zhou Enlai selamat dari upaya pembunuhan di pesawat Air India yang disewanya untuk ke Indonesia.Zhou, yang mengubah rencana perjalanannya pada menit-menit terakhir setelah pemberitahuan, tidak naik ke pesawat. Pesawat itu jatuh di Laut China Selatan setelah sebuah bom meledak. Sebelas penumpang tewas dan tiga selamat.
17 Februari 1959
Adnan Menderes, perdana menteri kesembilan Türki, berada 4,5 kilometer dari Bandara Gatwick di London, tempat dia pergi untuk menandatangani perjanjian tentang Siprus antara Türki, Inggris, dan Yunani. Dia selamat ketika pesawatnya jatuh.Dalam kecelakaan tersebut, 14 orang, termasuk Direktur Jenderal Anadolu Serif Arzik, kehilangan nyawa dan tujuh orang, termasuk awak dan penumpang, luka-luka.
9 Februari 1977
Mantan Ratu Yordania A Alia Toukan tewas dalam kecelakaan helikopter di kota Tafila. Suami Toukan, Raja Hussein bin Talal, selamat dari kecelakaan tersebut.Menteri Kesehatan Yordania saat itu, Mohammed al-Beshir, kehilangan nyawanya dalam kecelakaan yang terjadi akibat hujan badai yang dahsyat tersebut.
Juni 1994
Raja Charles III dari Inggris yang saat itu menjabat sebagai Pangeran Wales, kehilangan kendali atas pesawat yang diterbangkannya akibat angin kencang sehingga menyebabkannya jatuh.Meskipun tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian yang ditimbulkan mencapai lebih dari USD1 juta.
(mas)
Lihat Juga :