Kecelakaan Maut Ebrahim Raisi, antara Azerbaijan dan Mossad

Selasa, 21 Mei 2024 - 10:28 WIB
loading...
A A A
Menurut Melman, memang benar, dari waktu ke waktu, seseorang di kalangan militer atau intelijen mempermainkan gagasan untuk merugikan pemimpin negara lain. Namun gagasan seperti itu diblokir bahkan sebelum mereka mendekati tahap diskusi.

Penerus Raisi


Melman mengatakan kematian Raisi, yang dijuluki "Jagal Teheran” oleh media-media Barat karena perannya dalam mengeksekusi puluhan ribu tahanan politik dan penentang rezim, bukanlah kerugian bagi umat manusia.

Sangat diragukan apakah ada orang di Barat yang berduka atas kematian presiden yang mempelopori garis ekstremis melawan Amerika Serikat dan negara-negara Barat lainnya, khususnya Israel.

Namun pakar Iran di bidang akademis, Mossad, atau badan intelijen Israel lainnya tahu bahwa kekuasaan presiden Iran hanya terbatas pada urusan ekonomi dan dalam negeri. Pengaruhnya terhadap kebijakan luar negeri dan pertahanan dibatasi.

Tempat di mana tujuan berhenti dalam segala hal, terutama isu-isu penting yang strategis, adalah meja Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei, dibantu oleh para penasihatnya dan para komandan Garda Revolusi.

Khamenei telah menyatakan bahwa kebijakan Iran tidak akan berubah setelah kematian Raisi. Para pejabat Israel juga menyadari bahwa rezim tersebut, yang telah berusaha mengepung Israel dengan serangan di semua lini, tidak akan mengubah kebijakannya.

Satu-satunya keuntungan bagi Israel dan Barat adalah bahwa Raisi adalah kandidat utama untuk menggantikan Khamenei, yang kesehatannya buruk telah menjadi bahan rumor selama bertahun-tahun.

Kandidat kedua adalah Mojtaba Khamenei (55), putra pemimpin tertinggi. Dia adalah salah satu pemimpin milisi Basij di bawah Garda Revolusi, dengan peran menjaga hukum dan ketertiban serta menekan lawan dan protes publik.

Khamenei dan para pembantunya sedang mempertimbangkan apakah akan membiarkan putranya menggantikan sang ayah, yang akan mengubah Iran menjadi wilayah kekuasaan satu keluarga.

Hal ini akan mengembalikan Iran ke keadaan sebelum Revolusi Islam tahun 1979, sebuah monarki turun temurun di mana kekuasaan diwariskan dari ayah ke anak.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan...
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan dalam Negosiasi dengan AS, Termasuk Aset Senilai Rp214 Triliun
Siapa Bagher Ghalibaf?...
Siapa Bagher Ghalibaf? Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Menundukkan AS
Trump Ancam Tak Tolong...
Trump Ancam Tak Tolong Negara-negara NATO karena Tolak Bantu AS Melawan Iran
Aktivis Zionis: 15 Tahun...
Aktivis Zionis: 15 Tahun Lagi, Israel Akan Perang dengan Mesir
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
Dampak Kunjungan Trump,...
Dampak Kunjungan Trump, China Perketat Pembatasan Aktivis dan Pengawasan Domestik
Rekor! Polisi Australia...
Rekor! Polisi Australia Sita 3 Ton Kokain Senilai Rp10,2 Triliun
Rekomendasi
Membangun Revolusi Pembiayaan...
Membangun Revolusi Pembiayaan Sosial Nasional Tanpa Membebani APBN
Selamatkan Petani, Peran...
Selamatkan Petani, Peran DSI dalam Tata Niaga Sawit Disebut Perlu Evaluasi Ulang
Ferdinand: Pernyataan...
Ferdinand: Pernyataan Tiyo Soal Teror Alat Penyadap Masuk Kategori Penyebaran Hoaks
Berita Terkini
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved