Para Miliarder Yahudi Pro-Israel Berkomplot Menindak Aksi Mahasiswa Bela Palestina di AS

Sabtu, 18 Mei 2024 - 11:48 WIB
loading...
A A A
Misi grup WhatsApp tersebut, sebagaimana diuraikan staf miliarder Barry Sternlicht, adalah untuk “mengubah narasi” demi kepentingan Israel dan “membantu memenangkan perang” opini publik AS dengan mendanai kampanye informasi melawan Hamas.

Staf tersebut menekankan perlunya anonimitas, dengan menulis, “Saya sensitif terhadap kekhawatiran akan kurang efektifnya jika tampaknya ini adalah inisiatif Yahudi.”

Pengungkapan ini telah memicu kekhawatiran mengenai pengaruh orang-orang kaya terhadap tindakan pemerintah dan penindasan terhadap kebebasan berpendapat di kampus-kampus.

Log obrolan menunjukkan anggota kelompok itu tidak hanya membahas sumbangan untuk kampanye pemilihan kembali Wali Kota Adams tetapi juga menawarkan membayar penyelidik swasta untuk membantu Departemen Kepolisian New York dalam menangani protes.

Meskipun para anggota kelompok tersebut mengklaim mengungkap aktivitas mereka merupakan tindakan anti-Semit, para kritikus berpendapat tindakan para miliarder itu merupakan upaya membungkam perbedaan pendapat politik yang sah dan memanipulasi opini publik demi kepentingan rezim penjajah Israel.

Pengungkapan rencana rahasia para miliarder pro-Israel itu kemungkinan akan menimbulkan pertanyaan lebih lanjut tentang peran uang dan pengaruh dalam membentuk kebijakan pemerintah dan wacana publik yang berpihak pada kekuatan asing, seperti Israel.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Piala Dunia 2026: Saat...
Piala Dunia 2026: Saat Sepak Bola Jadi Mesin Uang FIFA
Presiden Jerman Akan...
Presiden Jerman Akan Kunjungi Jakarta 15 Juni, Boyong Delegasi Bisnis dan Peneliti
Cerita Shakira Kembali...
Cerita Shakira Kembali Bawakan Lagu Anthem Piala Dunia, Harus Membuat Orang Menari
Rekomendasi
SIG Resmikan Fasilitas...
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor Tuban, Bidik 450.000 Ton Semen ke AS
Tegang Sejak Pagi! 32...
Tegang Sejak Pagi! 32 Tim Terbaik Liga Bintang Juara Bersaing Menuju Jakarta
Penguatan IHSG dan Rupiah...
Penguatan IHSG dan Rupiah Berlanjut, Pasar Respons Positif Kepastian Posisi Menkeu
Berita Terkini
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Infografis
Iran-Israel Perang,...
Iran-Israel Perang, Ini Peta Pangkalan Militer AS di Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved