Disandera dan Ditodong Senjata, Presiden Mali Mengundurkan Diri
Rabu, 19 Agustus 2020 - 09:16 WIB
loading...
A
A
A
Mali selama beberapa bulan mengalami unjuk rasa menentang korupsi dan memburuknya keamanan di negara itu. Ada juga seruan agar Keita mundur.
Koalisi oposisi M5-RFP menunjukkan dukungan pada aksi para tentara pemberontak. "Ini bukan kudeta militer tapi pemberontakan populer," kata juru bicara oposisi Nouhoum Togo pada Reuters.
Ratusan demonstran anti pemerintah berkumpul di lapangan di Bamako untuk merayakan pengunduran diri Keita dan memuji para tentara yang mengendarai mobil-mobil militer dan menembakkan senjata untuk merayakannya. (Baca Juga: Palestina: Liga Arab dan OKI Dibubarkan, Tak Akan Pernah Bertemu)
Pemberontakan pada 2012 di pangkalan Kati memicu kudeta militer yang menggulingkan Presiden Amadou Toumani Toure saat itu dan membuat Mali Utara jatuh ke tangan para militan. (Lihat Infografis: Perancang J-20: F-22 Raptor Tak kan Kompeten Melawan China)
Pasukan Prancis ikut campur untuk melawan militan tapi militan memperluas pengaruh ke negara tetangga Burkina Faso dan Niger. Kelompok militan itu menyerang para tentara, warga sipil dan turis Barat. (Lihat Video: Sejumlah Polisi di Pemalang Terjaring Razia Masker)
Koalisi oposisi M5-RFP menunjukkan dukungan pada aksi para tentara pemberontak. "Ini bukan kudeta militer tapi pemberontakan populer," kata juru bicara oposisi Nouhoum Togo pada Reuters.
Ratusan demonstran anti pemerintah berkumpul di lapangan di Bamako untuk merayakan pengunduran diri Keita dan memuji para tentara yang mengendarai mobil-mobil militer dan menembakkan senjata untuk merayakannya. (Baca Juga: Palestina: Liga Arab dan OKI Dibubarkan, Tak Akan Pernah Bertemu)
Pemberontakan pada 2012 di pangkalan Kati memicu kudeta militer yang menggulingkan Presiden Amadou Toumani Toure saat itu dan membuat Mali Utara jatuh ke tangan para militan. (Lihat Infografis: Perancang J-20: F-22 Raptor Tak kan Kompeten Melawan China)
Pasukan Prancis ikut campur untuk melawan militan tapi militan memperluas pengaruh ke negara tetangga Burkina Faso dan Niger. Kelompok militan itu menyerang para tentara, warga sipil dan turis Barat. (Lihat Video: Sejumlah Polisi di Pemalang Terjaring Razia Masker)
(sya)
Lihat Juga :