Eks Panglima Militer Israel Serukan Diakhirinya Perang Gaza, Akui Gagal Bunuh 2 Bos Hamas
Jum'at, 10 Mei 2024 - 07:37 WIB
loading...
A
A
A
Banyak orang di Israel melihat sosoknya sebagai salah satu orang yang bertanggung jawab atas kegagalan keamanan yang menyebabkan peristiwa 7 Oktober 2023 di Israel.
“Sampai dua atau tiga bulan (lalu), kedua tujuan ini (melenyapkan Hamas dan menyelamatkan sandera) tidak kontradiksi. Saat ini, saya khawatir hal itu terjadi,” kata Kochavi.
"Sudah terlambat. Saya rasa tidak ada cara untuk membawa kembali para sandera tanpa menghentikan perang untuk saat ini,” imbuh dia.
Kochavi mengakui Iran, bukan Gaza, yang menjadi ancaman nyata bagi Israel.
“Kami tidak menganggap Gaza sebagai ancaman nyata; Iran adalah prioritas utama kami,” paparnya.
Meskipun demikian, Kochavi mengatakan bahwa pada tahun 2021, mereka melihat perubahan dalam Hamas dan menunjukkan bahwa sesuatu yang baru sedang terjadi.
Saat ini diadili di Mahkamah Internasional atas tuduhan genosida terhadap warga Palestina, Israel telah melancarkan perang yang menghancurkan di Gaza sejak 7 Oktober 2023.
“Sampai dua atau tiga bulan (lalu), kedua tujuan ini (melenyapkan Hamas dan menyelamatkan sandera) tidak kontradiksi. Saat ini, saya khawatir hal itu terjadi,” kata Kochavi.
"Sudah terlambat. Saya rasa tidak ada cara untuk membawa kembali para sandera tanpa menghentikan perang untuk saat ini,” imbuh dia.
Kochavi mengakui Iran, bukan Gaza, yang menjadi ancaman nyata bagi Israel.
“Kami tidak menganggap Gaza sebagai ancaman nyata; Iran adalah prioritas utama kami,” paparnya.
Meskipun demikian, Kochavi mengatakan bahwa pada tahun 2021, mereka melihat perubahan dalam Hamas dan menunjukkan bahwa sesuatu yang baru sedang terjadi.
Saat ini diadili di Mahkamah Internasional atas tuduhan genosida terhadap warga Palestina, Israel telah melancarkan perang yang menghancurkan di Gaza sejak 7 Oktober 2023.
Lihat Juga :