Hamas Ogah Gencatan Senjata Tanpa Israel Akhiri Perang Gaza

Minggu, 05 Mei 2024 - 13:29 WIB
loading...
A A A
“Hamas telah meminta agar perjanjian tersebut memuat ketentuan yang jelas dan eksplisit yang menyatakan, 'Perjanjian mengenai gencatan senjata yang lengkap dan permanen’, dan sejauh ini Israel menolak poin tersebut hingga saat ini,” kata pejabat tersebut.

Nasib Rafah Mencemaskan


Hamas mengatakan hambatan utama adalah desakan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk mengirimkan pasukan darat ke Rafah, kota Gaza selatan yang dipenuhi warga sipil yang mengungsi.

Washington telah berulang kali mengatakan bahwa mereka menentang operasi militer apa pun di Rafah yang membahayakan 1,2 juta warga sipil yang berlindung di sana.

“Kami sangat ingin mencapai kesepakatan, namun tidak dengan mengorbankan apa pun,” kata pejabat Hamas tersebut, seraya menambahkan bahwa jika tidak ada kesepakatan yang tercapai, Israel akan memikul tanggung jawab penuh karena bersikeras memasuki Rafah—alih-alih menghentikan agresi.

“Netanyahu secara pribadi menghalangi kesepakatan gencatan senjata di Gaza karena kepentingan pribadi,” ujarnya, dan memperingatkan bahwa jika Israel melanjutkan rencana serangan darat di Rafah, maka hal itu akan membahayakan rezim Zionis sendiri.

“Kami memastikan bahwa invasi ke Rafah bukanlah hal yang mudah, dan [rezim] pendudukan akan membayar mahal atas setiap petualangan yang mereka lakukan, dan itu akan berakhir dengan kegagalan,” katanya.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Bilang Israel...
Trump Bilang Israel Tak Berhak Kritik Deal AS-Iran karena Dulu Ogah Bunuh Jenderal Soleimani
Iran Nyatakan Menang...
Iran Nyatakan Menang Perang Melawan AS dan Israel
Analis Israel: Netanyahu...
Analis Israel: Netanyahu Pembohong yang Dipermalukan Trump dalam Kesepakatan AS-Iran
Israel Marah setelah...
Israel Marah setelah Presiden Belarusia Samakan Pembantaian Gaza dengan Holocaust Nazi
Israel Danai Pemukim...
Israel Danai Pemukim Ekstremis, Bayar Rp34 Miliar Per Bulan
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon Selatan Meski Ada Kesepakatan AS-Iran
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
Iran-AS Capai Kesepakatan...
Iran-AS Capai Kesepakatan Damai, Israel Tolak Tarik Pasukan dari Lebanon
Menteri Radikal Israel...
Menteri Radikal Israel Ben Gvir Batal ke AS, Dipersulit Dapat Visa?
Rekomendasi
Monitoring Konsumsi...
Monitoring Konsumsi Listrik Kini Jadi Langkah Awal Efisiensi Energi
Perkuat Kolaborasi Kampus,...
Perkuat Kolaborasi Kampus, MNC University Inisiasi Konsorsium Perguruan Tinggi ASEAN
Efisiensi Anggaran,...
Efisiensi Anggaran, BGN Hentikan Sementara MBG saat Libur Sekolah 22 Juni-13 Juli 2026
Berita Terkini
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Trump Bilang Israel...
Trump Bilang Israel Tak Berhak Kritik Deal AS-Iran karena Dulu Ogah Bunuh Jenderal Soleimani
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
Infografis
Iran Paksa AS Terima...
Iran Paksa AS Terima Kekalahan setelah 40 Hari Berperang, Ini 10 Poin Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved