Bagaimana AS Menjamin Stabilitas Perdamaian di Indo Pasifik?

Kamis, 02 Mei 2024 - 16:16 WIB
loading...
A A A
Armada Pasifik, yang terdiri dari 150.000 personel militer dan sipil, bertujuan untuk memajukan keamanan maritim regional Indo-Pasifik dan meningkatkan stabilitas kawasan.

Kapal Angkatan Laut AS USS Canley akan menyediakan pangkalan laut tambahan untuk Armada Pasifik yang sangat besar.

USS Canley, yang membutuhkan waktu empat tahun untuk diproduksi, adalah jenis kapal Angkatan Laut AS yang lebih baru yang menggabungkan pembuatan kapal komersial dengan operasi militer. Ia juga dapat bekerja dengan semua layanan militer mulai dari Marinir hingga Angkatan Udara.

Namun anggota parlemen AS mengatakan negaranya tidak memiliki cukup kapal perang, kapal komersial atau kapasitas pembangunan.

"Mengingat biaya pembuatan kapal di AS terlalu mahal, maka pembuatan kapal harus melakukannya pindah ke Korea Selatan, Jepang, dan kemudian ke China," kata Profesor Kazuto Suzuki dari Sekolah Pascasarjana Kebijakan Publik di Universitas Tokyo.

“Selama periode perdagangan bebas, tidak apa-apa. Namun saat ini, dalam konteks persaingan geopolitik, saya pikir Amerika Serikat perlu membangun kembali kapasitasnya, namun hal ini tidak mudah. Butuh waktu lama untuk membangun kembali industri ini,” katanya kepada East Asia Tonight di CNA.

“Jadi menurut saya solusi tercepat adalah membangun jaringan aliansi dengan para mitra, termasuk Korea Selatan, Thailand, Filipina.”

(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jerman Berani Menolak...
Jerman Berani Menolak Loyal pada AS: 'Sesama Anggota NATO Jangan Mendikte!'
CIA akan Rilis Berkas...
CIA akan Rilis Berkas Baru Program Pengendalian Pikiran Terkait Nazi
Usai Tewaskan 1.300...
Usai Tewaskan 1.300 Orang di Eropa, Gelombang Panas Ekstrem Kini Melanda AS
Ini Detail Cekcok Trump...
Ini Detail Cekcok Trump dan Mohammed bin Salman Gara-gara Perang Iran
Demi Cinta Bertaruh...
Demi Cinta Bertaruh Nyawa, Pasangan Ini Lamaran di Puncak Gedung Empire State 443 Meter
AS Pertimbangkan Tarik...
AS Pertimbangkan Tarik Pasukan dari Arab Saudi, Berseteru Gara-gara Perang Iran
Pasokan Minyak Iran...
Pasokan Minyak Iran Kembali Banjiri Pasar Asia, Harga Minyak Dunia Anjlok 4%
Penembakan di Pusat...
Penembakan di Pusat Kesejahteraan Remaja Jerman Tewaskan Setidaknya 6 Orang
Iran Ekspor 40 Juta...
Iran Ekspor 40 Juta Barel Minyak Sejak Teken MoU dengan AS, Harga Dinaikkan 20%
Rekomendasi
Bintang Senegal Boikot...
Bintang Senegal Boikot Timnas Usai Tersingkir Dramatis di Piala Dunia 2026
Deteksi Dini Kanker...
Deteksi Dini Kanker Serviks, DWP BNPP RI Gelar Pemeriksaan Pap Smear Gratis
Sekolah untuk Robot...
Sekolah untuk Robot Humanoid Resmi Dibuka, Ini Pelajarannya
Berita Terkini
Jerman Berani Menolak...
Jerman Berani Menolak Loyal pada AS: 'Sesama Anggota NATO Jangan Mendikte!'
Ledakan Bom Guncang...
Ledakan Bom Guncang Kafe di Ibu Kota Suriah, 9 Orang Tewas, Mayat-mayat Tergeletak
Islam Melarang Pembalseman,...
Islam Melarang Pembalseman, Bagaimana Iran Mangawetkan Jenazah Khamenei sejak Februari?
Serangan Rudal Gila-gilaan...
Serangan Rudal Gila-gilaan Rusia Gempur Ibu Kota Ukraina, 27 Orang Tewas
PBB Perkirakan Pembersihan...
PBB Perkirakan Pembersihan Puing-puing Gaza Perlu Waktu Lebih dari 140 Tahun
Iran Tegaskan Inspektur...
Iran Tegaskan Inspektur IAEA Tak akan Diberi Akses Apa pun ke Lokasi Nuklir yang Dibom
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved