Apakah Iran Memiliki Sistem Pertahanan Seperti Iron Dome Israel? Ini Jawabannya
Jum'at, 26 April 2024 - 15:03 WIB
loading...
A
A
A
Disebutkan bahwa sistem tersebut memiliki empat tabung peluncuran dan dapat membawa delapan hingga 12 rudal. Ini akan membuatnya mirip dalam beberapa hal dengan Iron Dome Israel, tetapi juga dapat dibandingkan dengan sistem rudal Umkhonto Afrika Selatan dan versi truknya, yang dibangun oleh Denel Dynamics.
Iran, di masa lalu, juga mencoba meniru drone Afrika Selatan. "Dalam hal ini, setiap unit sistem mencapai mobilitas tinggi dan stabilitas tinggi di lingkungan pertempuran dengan kemandirian relatif dari kendaraan sekunder yang membawa radar,” tulis Tasnim News, yang dikutip The Jerusalem Post.
Laporan itu mengatakan sistem tersebut memiliki jangkauan radar 360 derajat dan rudal diluncurkan secara vertikal. Itu berarti bisa secara bersamaan melibatkan beberapa target.
"Karena kebutuhan akan akurasi tinggi untuk melacak target secara akurat, radar ini kemungkinan akan beroperasi di X-band,” imbuh laporan tersebut.
"Penyebaran radar pada kendaraan peluncur mengarah pada pembentukan satu unit yang disebut TELAR (Transporter Erector Launcher And Radar), yang membuatnya sangat sulit untuk mengganggu radar dan menjenuhkannya dengan peperangan elektronik karena hamburan radar di lingkungan pertempuran," sambung laporan Tasnim News.
Militer Iran telah dikritik di masa lalu karena mereka menembak jatuh sebuah pesawat sipil Ukraina pada Januari 2020.
Iran juga mencoba pada 2018 untuk mengirim sistem rudal Khordad ke-3 ke Suriah. Militer Teheran menggunakan sistem yang sama untuk menembak jatuh drone Global Hawk Amerika Serikat pada tahun 2019.
Iran, di masa lalu, juga mencoba meniru drone Afrika Selatan. "Dalam hal ini, setiap unit sistem mencapai mobilitas tinggi dan stabilitas tinggi di lingkungan pertempuran dengan kemandirian relatif dari kendaraan sekunder yang membawa radar,” tulis Tasnim News, yang dikutip The Jerusalem Post.
Laporan itu mengatakan sistem tersebut memiliki jangkauan radar 360 derajat dan rudal diluncurkan secara vertikal. Itu berarti bisa secara bersamaan melibatkan beberapa target.
"Karena kebutuhan akan akurasi tinggi untuk melacak target secara akurat, radar ini kemungkinan akan beroperasi di X-band,” imbuh laporan tersebut.
"Penyebaran radar pada kendaraan peluncur mengarah pada pembentukan satu unit yang disebut TELAR (Transporter Erector Launcher And Radar), yang membuatnya sangat sulit untuk mengganggu radar dan menjenuhkannya dengan peperangan elektronik karena hamburan radar di lingkungan pertempuran," sambung laporan Tasnim News.
Militer Iran telah dikritik di masa lalu karena mereka menembak jatuh sebuah pesawat sipil Ukraina pada Januari 2020.
Iran juga mencoba pada 2018 untuk mengirim sistem rudal Khordad ke-3 ke Suriah. Militer Teheran menggunakan sistem yang sama untuk menembak jatuh drone Global Hawk Amerika Serikat pada tahun 2019.
Lihat Juga :