Takut Sanksi AS, Filipina Batal Beli Helikopter Tempur Rusia

Sabtu, 08 Desember 2018 - 11:14 WIB
Takut Sanksi AS, Filipina...
Takut Sanksi AS, Filipina Batal Beli Helikopter Tempur Rusia
A A A
MANILA - Pemerintah Filipina dilaporkan batal membeli helikopter tempur dari Rusia dan lebih memilih membeli helikopter dari Amerika Serikat (AS). Ini dilakukan Filipina untuk menghindari sanksi AS.

Seperti diketahui, di bawah The Countering America's Adversaries Through Sanctions Act (CAATSA), yang ditandatangani pada bulan Agustus 2017, AS menargetkan ekspor militer Rusia dan mengancam akan menjatuhkan sanksi sekunder terhadap negara-negara yang memperoleh perangkat keras militer Rusia.

Melansir Sputnik pada Sabtu (8/12), Menteri Pertahanan Filipina, Delfin Lorenzana mengumumkan Manila telah memutuskan untuk membeli 16 helikopter Black Hawk dari AS dengan nilai USD 240 juta, dibanding Mi-171 Rusia.

Filipina sejatinya mempunyai tiga sampai empat pilihan untuk membeli helikopter tempur. Selain AS dan Rusia, Manila juga sempat berencana membeli helikopter Bell 412 dari Kanada.

Tetapi kesepakatan dengan Kanada dibatalkan oleh Ontario atas kekhawatiran bahwa Manilla dapat menggunakannya untuk melawan pemberontak lokal. Selain dari ketiga negara itu, Filipina juga sempat menjajaki rencana pembelian helikopter dengan Korea Selatan.
(esn)
Berita Terkait
Diskusi Peta dan Kemunculan...
Diskusi Peta dan Kemunculan Bangsa Filipina dengan Pembicara Sejarawan Ternama
Presiden Filipina Duterte...
Presiden Filipina Duterte Bersaing dengan Putrinya Perebutkan Kursi Wapres
Pelaku Bom Filipina...
Pelaku Bom Filipina Disebut WNI, Menlu: Masih Diselidiki
Musuh Sekaligus Pengkritik...
Musuh Sekaligus Pengkritik Perang Narkoba Duterte Maju Pilpres Filipina
Duterte Incar Kursi...
Duterte Incar Kursi Wapres Filipina setelah Lengser
Rencanakan Pemboman,...
Rencanakan Pemboman, 'Calon Pengantin' Perempuan Diciduk Tentara Filipina
Berita Terkini
Gelombang Panas Terjang...
Gelombang Panas Terjang Prancis, Rumah Duka Kewalahan
59 menit yang lalu
Jika AS Lanjutkan Perang,...
Jika AS Lanjutkan Perang, Trump: Iran Tidak Akan Ada Lagi
2 jam yang lalu
7 Pekerjaan Pertama...
7 Pekerjaan Pertama Para Pemimpin Dunia yang Tak Banyak Diketahui, Ada yang Jual Teh hingga Jadi Tukang Kayu
3 jam yang lalu
8 Pangkalan Militer...
8 Pangkalan Militer AS Diserang Iran, IRGC: Selat Hormuz Milik Kita
4 jam yang lalu
AS dan Iran Saling Serang...
AS dan Iran Saling Serang Lagi, Apakah Masih Ada Harapan Perdamaian di Timur Tengah?
4 jam yang lalu
Pembangkang China Ini...
Pembangkang China Ini Kabur ke Korea Selatan dengan Perahu Karet, Sekarang Muncul di Kanada
6 jam yang lalu
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved