AS Kirim Senjata Sitaan Iran ke Ukraina

Rabu, 10 April 2024 - 18:18 WIB
loading...
AS Kirim Senjata Sitaan...
Tentara Ukraina mendapatkan senjata sitaan Iran yang dikirim AS. Foto/Reuters
A A A
WASHINGTON - Militer AS telah mengirim ribuan senjata infanteri dan lebih dari 500.000 butir amunisi ke Ukraina yang disita lebih dari setahun lalu saat dikirim oleh Iran ke pasukan Houthi di Yaman.

Perangkat keras yang dikirim minggu lalu adalah bantuan militer terbaru yang diberikan oleh pemerintahan Presiden AS Joe Biden kepada Kyiv dalam perjuangannya merebut kembali wilayah yang diduduki Rusia.

Biden dari Partai Demokrat dilarang memberikan persenjataan AS lebih lanjut ke Kyiv karena penolakan Ketua DPR dari Partai Republik Mike Johnson untuk mengadakan pemungutan suara mengenai bantuan keamanan baru senilai USD60 miliar.

Ketika pasukan Ukraina kekurangan senjata dan amunisi, terutama artileri berat, Amerika Serikat dan sekutunya mencari cara baru untuk mempersenjatai Kyiv.

:Persenjataan yang ditransfer oleh Amerika Serikat ke Kyiv pada tanggal 4 April merupakan perlengkapan yang cukup untuk melengkapi brigade Ukraina," kata Komando Pusat A.S. dalam sebuah pernyataan yang diposting di platform media sosial X.

Sebuah brigade infanteri biasanya terdiri dari 3.500 hingga 4.000 tentara, namun jumlah pastinya tidak diketahui.

Baca Juga: Selalu Ditembus Rudal Rusia, AS Jual Sistem Pertahanan Udara HAWK Senilai Rp2,1 Triliun ke Ukraina

Misi permanen Iran untuk PBB mengatakan, “Kami tidak dapat mengomentari senjata dan persenjataan yang bukan milik kami.”

CENTCOM mengatakan perangkat keras tersebut mencakup lebih dari 5.000 senapan serbu AK-47, senapan mesin, senapan sniper dan granat berpeluncur roket serta lebih dari 500.000 butir amunisi.

"Amunisi tersebut diambil dari empat kapal tanpa kewarganegaraan yang dicegat oleh kapal angkatan laut A.S. dan kapal pasukan mitra – yang tidak diidentifikasi – antara 22 Mei 2021 dan 15 Februari 2023," kata CENTCOM. "Senjata-senjata itu dikirim oleh Korps Garda Revolusi Islam Iran ke Houthi," kata CENTCOM.

(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
Swedia: Konflik Rusia-NATO...
Swedia: Konflik Rusia-NATO Bisa Pecah dalam Waktu Dekat
PM Pakistan: Perjanjian...
PM Pakistan: Perjanjian Damai Iran dan AS Terwujud dalam 24 Jam Mendatang
Pesawat Nirawak Ukraina...
Pesawat Nirawak Ukraina Serang Crimea, 4 Orang Tewas, 10 Luka
Momen Menarik Presiden...
Momen Menarik Presiden FIFA Masuk Kamar Ganti Timnas Iran di Piala Dunia 2026
Australia Beri Peringatan:...
Australia Beri Peringatan: El Nino Kali Ini Akan Jadi yang Terkuat dalam Tujuh Dekade
Harga Minyak Dunia Naik,...
Harga Minyak Dunia Naik, Aktivitas Pelayaran di Selat Hormuz Belum Pulih
Rekomendasi
Mitsubishi Pajero Targetkan...
Mitsubishi Pajero Targetkan Segmen yang Sama dengan Toyota Land Cruiser
Kunjungi IKN, Ketum...
Kunjungi IKN, Ketum Garuda Jajaki Peluang Usaha untuk UMKM
HUT ke-499 Jakarta,...
HUT ke-499 Jakarta, Transportasi Umum dan Tempat Wisata Gratis juga Berlaku bagi Warga KTP Non-DKI
Berita Terkini
Raja Charles Inggris...
Raja Charles Inggris Akan Ungkap Tagihan Pajak Pribadinya, Berapa Besar?
Pilot Australia Terbangkan...
Pilot Australia Terbangkan 2 Buronan Paling Dicari ke Indonesia via Penerbangan Gelap
Israel Bunuh Jurnalis...
Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera dalam Serangan Udara di Gaza, Menuduhnya Milisi Hamas
India Gempar, Seorang...
India Gempar, Seorang Ibu Diperkosa Beramai-ramai di Depan Anaknya
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG Indonesia
Marahnya Warga Israel...
Marahnya Warga Israel atas Kesepakatan AS-Iran: Kami Dikhianati Trump, Ini Kesalahan Besar
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved