Trump Bilang Laporan 13 Pangkalan Rudal Rahasia Korut Hoaks

Rabu, 14 November 2018 - 05:55 WIB
Trump Bilang Laporan...
Trump Bilang Laporan 13 Pangkalan Rudal Rahasia Korut Hoaks
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tak percaya dengan laporan lembaga think tank yang menyebut Korea Utara (Korut) masih memiliki sekitar 13 pangkalan rudal yang dirahasiakan. Pemimpin Gedung Putih tersebut meremehkan laporan itu dengan menyebutnya sebagai fake news (berita palsu) atau hoaks.

Seperti diberitakan sebelumnya, lembaga think tank yang berbasis di AS, Center for Strategic and International Studies (CSIS), merilis laporan tentang belasan pangkalan misil rezim Pyongyang yang disembunyikan. Laporan itu bersumber dari analisa citra satelit.

"Cerita di New York Times tentang Korea Utara yang mengembangkan basis rudal tidak akurat," tulis Trump di akun Twitter-nya, @realDonaldTrump, Rabu (14/11/2018).

"Kami sepenuhnya tahu tentang situs yang sedang dibahas, tidak ada yang baru, dan tidak ada yang terjadi di luar normal. Hanya fake news. Saya akan menjadi orang pertama yang memberi tahu Anda jika semuanya menjadi buruk!," lanjut tweet Trump.Baca: Rezim Kim Jong-un Dituding Sembunyikan 13 Pangkalan Rudal Korut
Beberapa media AS, termasuk New York Times, mengutip laporan CSIS, menyatakan hasil analisa citra satelit menunjukkan rezim Kim Jong-un masih mengoperasikan 13 pangkalan rudal yang dirahasiakan. Laporan lain menyebut 16 pangkalan, yang semuanya tersebar di lokasi-lokasi terpencil.

Laporan CSIS mengidentifikasi 20 pangkalan yang dioperasikan oleh Pasukan Strategis Angkatan Bersenjata Korea Utara. Selain analisa citra satelit, laporan itu juga diperkuat dengan informasi dari pejabat di pemerintah, lembaga pertahanan dan intelijen serta pembelot Korea Utara.

Laporan itu muncul seminggu setelah Trump meyakinkan para pengkritik bahwa pembicaraan denuklirisasi dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un terus berlanjut meskipun ada rintangan baru-baru ini.

"Kami tidak terburu-buru," kata Trump kepada wartawan, pekan lalu. "Sanksi sudah mulai. Rudal telah berhenti. Roket telah berhenti. Para sandera ada di rumah," ujarnya.
(mas)
Berita Terkait
Disaksikan Kim Jong...
Disaksikan Kim Jong Un, Begini Dahsyatnya Kekuatan Artileri Militer Korea Utara
Donald Trump Angkat...
Donald Trump Angkat Bicara Soal Kondisi Kim Jong-un
Adik Kim Jong-un: AS...
Adik Kim Jong-un: AS Harus Akui Korea Utara sebagai Negara Nuklir
Korea Utara Tembakkan...
Korea Utara Tembakkan Beberapa Rudal Balistik Jelang Pilpres AS 2024
Trump Bantah Laporan...
Trump Bantah Laporan yang Menyebut Kim Jong Un Sakit Parah
Dipantau Kim Jong-un,...
Dipantau Kim Jong-un, Korea Utara Simulasikan Serangan Balik Nuklir
Berita Terkini
4 Prasyarat Iran untuk...
4 Prasyarat Iran untuk Negosiasi di Swiss, Dapat Dana Segar Rp106 Triliun
1 jam yang lalu
5 Fakta Iran Mampu Memecah...
5 Fakta Iran Mampu Memecah Aliansi Abadi AS dan Israel, Lebanon Jadi Alat Utamanya
4 jam yang lalu
3 Alasan PM Inggris...
3 Alasan PM Inggris Starmer Akan Mundur, Popularitasnya Terus Menurun
5 jam yang lalu
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Negara-negara Arab Bisa Bernapas Lega
6 jam yang lalu
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
9 jam yang lalu
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
10 jam yang lalu
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved