Ogah Hadiri KTT Iran Bentukan Putin, Trump Pilih Aktifkan Klausul Snapback
Minggu, 16 Agustus 2020 - 09:55 WIB
loading...
A
A
A
"Anda akan melihatnya minggu depan," imbuhnya seperti dikutip dari Reuters, Minggu (16/8/2020).
AS telah mengancam akan menjatuhkan kembali semua sanksi PBB terhadap Iran menggunakan ketentuan dalam kesepakatan nuklir 2015 antara Iran dan kekuatan dunia, yang dikenal sebagai snapback, meskipun Trump telah membatalkan kesepakatan tersebut pada 2018. Para diplomat mengatakan bahwa AS akan menghadapi pertarungan yang sulit dan kotor dalam gerakan seperti itu.
Dalam pemungutan suara di Dewan Keamanan PBB, Rusia dan China menentang perpanjangan larangan senjata, yang akan berakhir pada Oktober mendatang. Sebelas anggota lainnya abstain, termasuk Prancis, Jerman dan Inggris, sedangkan AS dan Republik Dominika adalah satu-satunya yang memberikan suara setuju. (Baca: PBB Tolak Perpanjang Embargo Senjata Iran )
Presiden Iran Hassan Rouhani pada hari Sabtu mengatakan bahwa AS menderita kekalahan yang memalukan di Dewan Keamanan.
"Saya tidak ingat Amerika Serikat menyiapkan resolusi selama berbulan-bulan untuk menyerang Republik Islam Iran, dan itu hanya mendapatkan satu suara," kata Rouhani dalam pidato yang disiarkan televisi.
AS telah mengancam akan menjatuhkan kembali semua sanksi PBB terhadap Iran menggunakan ketentuan dalam kesepakatan nuklir 2015 antara Iran dan kekuatan dunia, yang dikenal sebagai snapback, meskipun Trump telah membatalkan kesepakatan tersebut pada 2018. Para diplomat mengatakan bahwa AS akan menghadapi pertarungan yang sulit dan kotor dalam gerakan seperti itu.
Dalam pemungutan suara di Dewan Keamanan PBB, Rusia dan China menentang perpanjangan larangan senjata, yang akan berakhir pada Oktober mendatang. Sebelas anggota lainnya abstain, termasuk Prancis, Jerman dan Inggris, sedangkan AS dan Republik Dominika adalah satu-satunya yang memberikan suara setuju. (Baca: PBB Tolak Perpanjang Embargo Senjata Iran )
Presiden Iran Hassan Rouhani pada hari Sabtu mengatakan bahwa AS menderita kekalahan yang memalukan di Dewan Keamanan.
"Saya tidak ingat Amerika Serikat menyiapkan resolusi selama berbulan-bulan untuk menyerang Republik Islam Iran, dan itu hanya mendapatkan satu suara," kata Rouhani dalam pidato yang disiarkan televisi.
Lihat Juga :