Vladimir Putin: Klaim Rusia Akan Serang NATO Itu Nonsense!
Kamis, 28 Maret 2024 - 09:57 WIB
loading...
Presiden Vladimir Putin mengatakan klaim bahwa Rusia akan serang NATO setelah Ukraina adalah nonsense. Foto/Sputnik/Mikhail Metzel
A
A
A
MOSKOW - Presiden Vladimir Putin mengecam klaim para pejabat negara-negara sekutu Amerika Serikat bahwa Rusia akan menyerang negara NATO di Eropa Timur setelah Ukraina.
Pemimpin Kremlin itu menegaskan bahwa Moskow tidak ingin berkonfrontasi dengan pengikut Amerika di Eropa Timur.
Dalam kunjungannya ke Pangkalan Udara Torzhok, Putin mengatakan beberapa pejabat Barat telah mencoba menggalang dukungan untuk bantuan tambahan ke Ukraina dengan mengeklaim bahwa Moskow tidak akan berhenti jika Kyiv dikalahkan di medan perang.
“Ini hanya nonsense (omong kosong),” kata Presiden Putin, seraya mencatat perbedaan dalam belanja pertahanan antara Rusia dan NATO.
Baca Juga: Putin Ancam Targetkan Negara Ketiga Penampung Jet Tempur F-16 Ukraina
“Klaim bahwa kita akan menyerang Eropa setelah Ukraina—adalah nonsense dan intimidasi terhadap penduduk mereka sendiri hanya untuk memeras uang mereka,” lanjut Putin, seperti dikutip dari Russia Today, Kamis (28/3/2024).
Menurutnya, "satelit" AS di Eropa Timur tidak punya alasan untuk takut.
Pemimpin Kremlin itu menegaskan bahwa Moskow tidak ingin berkonfrontasi dengan pengikut Amerika di Eropa Timur.
Dalam kunjungannya ke Pangkalan Udara Torzhok, Putin mengatakan beberapa pejabat Barat telah mencoba menggalang dukungan untuk bantuan tambahan ke Ukraina dengan mengeklaim bahwa Moskow tidak akan berhenti jika Kyiv dikalahkan di medan perang.
“Ini hanya nonsense (omong kosong),” kata Presiden Putin, seraya mencatat perbedaan dalam belanja pertahanan antara Rusia dan NATO.
Baca Juga: Putin Ancam Targetkan Negara Ketiga Penampung Jet Tempur F-16 Ukraina
“Klaim bahwa kita akan menyerang Eropa setelah Ukraina—adalah nonsense dan intimidasi terhadap penduduk mereka sendiri hanya untuk memeras uang mereka,” lanjut Putin, seperti dikutip dari Russia Today, Kamis (28/3/2024).
Menurutnya, "satelit" AS di Eropa Timur tidak punya alasan untuk takut.
Lihat Juga :