Inilah Satu-satunya Negeri Muslim yang Pernah Mengalahkan Rusia dalam Perang di Era Modern

Selasa, 26 Maret 2024 - 19:30 WIB
loading...
Inilah Satu-satunya...
Seorang pria berjalan di antara reruntuhan Grozny, Chechnya, pada tahun 1997. Foto/TASS
A A A
CHECHNYA - Ini satu-satunya negeri Muslim yang pernah mengalahkan Rusia dalam perang di era modern. Terlepas dari segala keterbatasan yang dimiliki, mereka berhasil bertahan dan membuat armada Moskow menarik diri.

Chechnya, republik Muslim kecil di sisi utara pegunungan Kaukasus Besar adalah negeri yang dimaksud.
Pada riwayatnya, mereka pernah melakukan perlawanan terhadap pemerintahan Rusia, khususnya setelah keruntuhan Uni Soviet.

Pasca keruntuhan Uni Soviet pada 1991, Chechnya yang pernah menjadi bagian wilayahnya mendeklarasikan kemerdekaan.

Namun, usahanya mendapat tantangan dari Federasi Rusia yang menganggap wilayah Chechnya sebagai bagiannya.

Pada akhirnya, terjadi pertempuran yang mempertemukan Rusia dengan para pejuang dari Chechnya. Operasi “pamer kekuatan” ini dengan cepat berkembang menjadi fase pertama dari serangkaian operasi gabungan militer Rusia untuk melenyapkan api separatis Chechnya.

Namun, siapa sangka bahwa momen tersebut justru menjadi kampanye militer penuh yang berakhir dengan kegagalan.

Chechnya, Negeri Muslim yang Pernah Mengalahkan Rusia


Dikenal sebagai Perang Chechnya I, konflik ini terjadi sekitar tahun 1994 hingga 1996. Perang bermula ketika pasukan Rusia melakukan invasi ke Chechnya guna merebut kembali kendali atas wilayah tersebut.

Namun, jalan tentara Rusia dihadapkan pada perlawanan sengit dari para serdadu Chechnya yang terorganisir serta memiliki motivasi tinggi.

Dipimpin mantan jenderal angkatan udara Soviet, Dzokhar Dudayev, para serdadu Chechnya bertempur tanpa rasa takut.

Mengutip laman NPR, Selasa (26/3/2024), Rusia melancarkan kampanye militer besar-besaran yang ditandai dengan serangan udara tanpa henti dan tembakan artileri berat. Ribuan pejuang dan puluhan ribu warga sipil Chechnya tewas, sementara ibu kota Grozny juga dihancurkan.

Menariknya, pejuang Chechnya tidak pernah menyerah. Bahkan ketika Dudayev terbunuh, mereka segera menunjuk penggantinya.

Kampanye militer Rusia di Chechnya berlangsung sekitar dua tahun lamanya. Berbekal militer yang kuat, anehnya Moskow selalu berulang kali gagal memadamkan api perjuangan rakyat Chechnya. Hebatnya lagi, Rusia justru ‘kalah’.

Mengutip History, sekitar Agustus 1996, Grozny direbut kembali oleh pejuang Chechnya setelah satu tahun diduduki Rusia. Melihat kondisi yang mulai berbalik, gencatan senjata diumumkan.

Tak lama berselang, pemerintahan Presiden Boris Yeltsin menandatangani perjanjian damai dengan Chechnya.
Salah satu poin yang tercantum adalah pemindahan seluruh pasukan Rusia dari wilayah tersebut dan memberikan otonomi lebih luas kepada Chechnya, meskipun bukan kemerdekaan formal.

Pada 1997, pasukan Rusia terakhir yang telah dipermalukan meninggalkan Chechnya. Meski ada perjanjian damai yang menjadikan Chechnya sebagai negara merdeka secara de facto, mereka secara resmi tetap menjadi bagian dari Rusia.

Kenapa Rusia Bisa Kalah?


Ada sederet faktor yang menjadikan Rusia kalah dalam perang Chechnya pertama. Salah satu yang paling disorot adalah kesalahan perhitungan.

Mengutip Hoover, waktu itu Rusia sepertinya belum paham bahwa pejuang Chechnya berisikan orang-orang yang sangat termotivasi, berani, terampil dalam pertempuran hingga punya rasa kebencian yang membara terhadap Rusia. Selain itu, mereka juga dipimpin Dudaev, jenderal Soviet yang suka berperang.

Analisis intelijen Rusia seharusnya sadar bahwa orang-orang Chechnya akan berjuang keras dan lama melawan penjajah asing.

Namun, kepemimpinan Yeltsin yang tidak tahu banyak tentang orang-orang Chechnya justru membawa negaranya menuju kekalahan.

Di balik kekuatannya yang superior, militer Rusia sebenarnya juga punya kelemahan. Struktur militer dan kekuasaannya masih ringkih, sehingga apabila harus diadu melawan orang-orang pejuang yang memiliki motivasi tinggi dan mahir dalam taktik gerilya, hasilnya bisa berubah.

Demikianlah ulasan mengenai Chechnya, satu-satunya negeri Muslim yang pernah mengalahkan Rusia dalam perang di era modern.

Baca juga: Putin: Serangan Teror Moskow Dapat Terkait Ukraina
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rusia Balas Dendam!...
Rusia Balas Dendam! Rudal dan Drone Gempur Ukraina, 11 Orang Tewas
Demi Cinta Bertaruh...
Demi Cinta Bertaruh Nyawa, Pasangan Ini Lamaran di Puncak Gedung Empire State 443 Meter
Siapa Vadym Yermolaiev?...
Siapa Vadym Yermolaiev? Taipan Ukraina yang Terluka dalam Ledakan di Monako
Italia Blokir Bantuan...
Italia Blokir Bantuan Militer NATO kepada Ukraina Senilai Rp1.436 Triliun, Sinyal Kemenangan bagi Rusia?
Israel Sebut Mojtaba...
Israel Sebut Mojtaba Jadi Target Pembunuhan, Iran Marah Besar!
Iran Bersiap Berperang...
Iran Bersiap Berperang Lagi jika MoU Tidak Dilaksanakan, AS dan Sekutunya Ketar-ketir
AS Menguji Pertempuran...
AS Menguji Pertempuran Udara Jarak Jauh dengan Dukungan AI F-16
Pesawat Pembawa Penerjun...
Pesawat Pembawa Penerjun Payung Jatuh di Prancis, 11 Orang Tewas
Parlemen Israel Setujui...
Parlemen Israel Setujui RUU Larang Kumandang Azan di Masjid-Masjid
Rekomendasi
HUT ke-80 Bhayangkara...
HUT ke-80 Bhayangkara Momentum Perkuat Transformasi dan Pelayanan Masyarakat
Jakarta Pro Cycling...
Jakarta Pro Cycling Team Raih 5 Medali di Kejurnas Road 2026, Aligya Keiko Bersinar dengan Emas
Percepat Program Prioritas...
Percepat Program Prioritas Ketahanan Pangan, KKP Dorong Kolaborasi Nasional
Berita Terkini
PBB Perkirakan Pembersihan...
PBB Perkirakan Pembersihan Puing-puing Gaza Perlu Waktu Lebih dari 140 Tahun
Iran Tegaskan Inspektur...
Iran Tegaskan Inspektur IAEA Tak akan Diberi Akses Apa pun ke Lokasi Nuklir yang Dibom
Pemerintah Suriah Terbuka...
Pemerintah Suriah Terbuka untuk Bertemu Hizbullah
PM Pakistan Sharif akan...
PM Pakistan Sharif akan Hadiri Pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran Khamenei
CIA akan Rilis Berkas...
CIA akan Rilis Berkas Baru Program Pengendalian Pikiran Terkait Nazi
Israel Ngotot Tempatkan...
Israel Ngotot Tempatkan Pasukannya di Lebanon, Suriah, dan Gaza Tanpa Batas Waktu
Infografis
Rusia Akui Kerahkan...
Rusia Akui Kerahkan Tentara Korut dalam Perang Lawan Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved