Latar Belakang Konflik Rusia-Prancis dan Potensi Perang Nuklir
Jum'at, 22 Maret 2024 - 18:57 WIB
loading...
Presiden Rusia Vladimir Putin berbicara dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron selama panggilan konferensi video di kediaman resmi Novo-Ogaryovo di luar Moskow, Rusia, 26 Juni 2020. Foto/Sputnik/Mikhail Klimentyev/Kremlin
A
A
A
MOSKOW - Hubungan antara Rusia dan Prancis semakin memanas setelah Presiden Prancis Emmanuel Macron tidak menutup kemungkinan pengiriman tentara Prancis ke Ukraina untuk membantu melawan Rusia.
Kepala Staf Angkatan Darat Prancis Jenderal Pierre Schill menyatakan mereka “sudah siap” berperang. Schill juga menegaskan Prancis dapat mengerahkan satu divisi berisi 20.000 tentara dalam koalisi NATO dalam waktu 30 hari.
Di sisi lain, ancaman Prancis mendapat sambutan dari Rusia. Anggota parlemen Rusia, Pyotr Tolstoy, mengancam pasukan Rusia akan membunuh semua tentara Prancis yang dikerahkan di Ukraina.
Kepala Dinas Intelijen Luar Negeri Rusia, Sergei Naryshkin, juga menyebut Prancis berencana mengirimkan 2.000 tentara ke Ukraina.
Retorika Prancis dan Rusia ini semakin memanaskan konflik yang telah membara di Ukraina.
Kepala Staf Angkatan Darat Prancis Jenderal Pierre Schill menyatakan mereka “sudah siap” berperang. Schill juga menegaskan Prancis dapat mengerahkan satu divisi berisi 20.000 tentara dalam koalisi NATO dalam waktu 30 hari.
Di sisi lain, ancaman Prancis mendapat sambutan dari Rusia. Anggota parlemen Rusia, Pyotr Tolstoy, mengancam pasukan Rusia akan membunuh semua tentara Prancis yang dikerahkan di Ukraina.
Kepala Dinas Intelijen Luar Negeri Rusia, Sergei Naryshkin, juga menyebut Prancis berencana mengirimkan 2.000 tentara ke Ukraina.
Retorika Prancis dan Rusia ini semakin memanaskan konflik yang telah membara di Ukraina.
Lihat Juga :