5 Motif Rusia dan Iran Memprovokasi Niger untuk Mengusir Tentara AS

Kamis, 21 Maret 2024 - 21:21 WIB
loading...
A A A
Pemimpin militer Niger, Jenderal Abdourahamane Tchiani, menolak bertemu dengan delegasi tersebut. Media lokal melaporkan bahwa Phee bertemu perdana menteri di Niamey.

“Intinya [keputusan Niger] adalah pilihan mitra militer Niger – khususnya pilihan Rusia. AS tampaknya frustrasi karena Niger semakin dekat dalam hal kemitraan militer dengan Rusia,” Alexis Akwagyiram, direktur pelaksana platform berita Semafor Africa, mengatakan kepada Al Jazeera. Akwagyiram menambahkan bahwa “sikap merendahkan” AS terhadap Niger mungkin menjadi faktor yang berkontribusi dalam keputusan Niger.

Dari sudut pandang Niger, kehadiran Amerika di negara tersebut telah gagal menghancurkan aktivitas kelompok bersenjata di sana.

“Saat ini, wilayah Sahel, meskipun ada kemitraan ini, tetap menjadi pusat terorisme di dunia,” kata Kabir Adamu, pakar keamanan dan intelijen yang fokus di Afrika Barat dan wilayah Sahel dan berbasis di Abuja, Nigeria.

3. Dipicu Kudeta Berdarah

5 Motif Rusia dan Iran Memprovokasi Niger untuk Mengusir Tentara AS

Foto/Reuters

Niger berada di bawah kekuasaan militer sejak Juli ketika pasukan pengawal elit yang dipimpin oleh Tchiani menahan Presiden Mohamed Bazoum yang terpilih secara demokratis dan mendeklarasikan Tchiani sebagai penguasa.

Yevgeny Prigozhin, mendiang pendiri kelompok militer Wagner yang didanai negara Rusia, memuji kudeta tersebut sebagai pembebasan yang telah lama tertunda dari Barat.

Setelah kudeta, Komunitas Ekonomi Negara-negara Afrika Barat (ECOWAS) menyerukan agar Bazoum segera diaktifkan kembali, dan mengancam pemerintah militer dengan kekerasan. Rusia memperingatkan ECOWAS agar tidak mengambil tindakan seperti itu.

Niger kemudian mengusir pasukan Prancis dan Eropa lainnya, mengikuti contoh negara tetangga Mali dan Burkina Faso, yang keduanya juga mengalami kudeta militer dalam beberapa tahun terakhir.

Prancis menutup kedutaan besarnya di Niger. AS juga menangguhkan sejumlah bantuan setelah kudeta tetapi menawarkan untuk memulihkan hubungan dengan beberapa syarat pada bulan Desember. ECOWAS juga mencabut sebagian besar sanksi pada bulan Februari.

Setelah kudeta, militer AS mengkonsolidasikan pasukannya di Niger, memindahkan beberapa tentaranya dari Pangkalan Udara 101 di ibu kota ke Pangkalan Udara 201.

Sementara itu, seperti Mali dan Burkina Faso, Niger meminta dukungan Rusia.

Delegasi Rusia mengunjungi Niamey pada bulan Desember. Pada bulan Januari, Perdana Menteri Nigeria Ali Mahamane Lamine Zeine mengunjungi Moskow untuk membahas hubungan militer dan ekonomi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Identifikasi 8 Awak...
AS Identifikasi 8 Awak Tewas dalam Jatuhnya Bomber Nuklir B-52, Ini Daftarnya
Trump Telah Teken Nota...
Trump Telah Teken Nota Kesepahaman AS-Iran, Ini Rincian 14 Poinnya
Langka, Trump Bela Hak...
Langka, Trump Bela Hak Iran Memiliki Rudal Balistik
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
Larangan Perangkat Lunak...
Larangan Perangkat Lunak AS Bikin Susah Banyak Produsen Mobil
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
Restoran Pizza Hut Dijual...
Restoran Pizza Hut Dijual Rp47,8 Triliun, Ini Pemilik Barunya
Rekomendasi
Libur Sekolah Tiba,...
Libur Sekolah Tiba, Ini 3 Aktivitas Seru yang Bisa Dicoba Bersama Keluarga Tanpa Harus Keluar Banyak Biaya
Mutasi TNI: Marsdya...
Mutasi TNI: Marsdya M. Khairil Lubis Jabat Dansesko TNI, Marsda Muzafar Jadi Pangkogabwilhan II
3.161 Personel Gabungan...
3.161 Personel Gabungan Disiagakan Jelang Eksekusi Hotel Sultan Hari Ini
Berita Terkini
Analis Israel: Netanyahu...
Analis Israel: Netanyahu Pembohong yang Dipermalukan Trump dalam Kesepakatan AS-Iran
AS Identifikasi 8 Awak...
AS Identifikasi 8 Awak Tewas dalam Jatuhnya Bomber Nuklir B-52, Ini Daftarnya
Israel Marah setelah...
Israel Marah setelah Presiden Belarusia Samakan Pembantaian Gaza dengan Holocaust Nazi
Trump Telah Teken Nota...
Trump Telah Teken Nota Kesepahaman AS-Iran, Ini Rincian 14 Poinnya
Langka, Trump Bela Hak...
Langka, Trump Bela Hak Iran Memiliki Rudal Balistik
Serangan Israel ke Lebanon...
Serangan Israel ke Lebanon Bisa Gagalkan Perdamaian AS dan Iran, Ini 3 Alasannya
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved