Jumlah Migran Naik Tajam, Kenapa Australia Perketat Visa Mahasiswa dan Pelajar?

Kamis, 21 Maret 2024 - 14:52 WIB
loading...
Jumlah Migran Naik Tajam,...
Australia memperketat aturan pemberian visa mahasiswa dan pelajar. Foto/Reuters
A A A
MELBOURNE - Australia akan mulai menerapkan aturan visa yang lebih ketat bagi pelajar asing pada minggu ini karena data resmi menunjukkan migrasi kembali mencapai rekor tertinggi. Itu akan semakin memperburuk pasar tenaga kerja yang sudah ketat.

Persyaratan bahasa Inggris untuk visa pelajar dan pascasarjana akan ditingkatkan, sementara pemerintah akan mendapatkan kewenangan untuk menangguhkan penyedia pendidikan dalam merekrut pelajar internasional jika mereka berulang kali melanggar peraturan.

“Tindakan akhir pekan ini akan terus menurunkan tingkat migrasi sekaligus mewujudkan komitmen kami dalam strategi migrasi untuk memperbaiki sistem rusak yang kami warisi,” kata Menteri Dalam Negeri Clare O’Neil, dilansir Reuters.

Sebuah "tes pelajar asli" yang baru akan diberlakukan untuk menindak lebih lanjut pelajar internasional yang datang ke Australia terutama untuk bekerja, sementara penerapan ketentuan "tidak boleh tinggal lebih lama" akan diterapkan pada lebih banyak visa pengunjung.

Langkah ini mengikuti serangkaian tindakan tahun lalu yang menutup konsesi era COVID yang diperkenalkan oleh pemerintahan sebelumnya, termasuk jam kerja tidak terbatas bagi pelajar internasional. Pemerintah pada saat itu mengatakan peraturan akan diperketat bagi pelajar yang dapat mengurangi separuh jumlah migran dalam dua tahun.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Pilot Australia Terbangkan...
Pilot Australia Terbangkan 2 Buronan Paling Dicari ke Indonesia via Penerbangan Gelap
PM Australia Ungkap...
PM Australia Ungkap Pengiriman BBM Baru, Ancaman di Selat Hormuz Masih Moderat
Warga China dan Rusia...
Warga China dan Rusia Berlomba Melahirkan Bayi di AS demi Status Kewarganegaraan
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
4 Pemicu Kerusuhan di...
4 Pemicu Kerusuhan di Irlandia Utara, dari Agitator Sayap Kanan Picu hingga Warisan Sejarah
Penumpang Indonesia...
Penumpang Indonesia ke Australia Kini Bisa Nikmati Kelas Economy Plus di Qantas
Dipicu Kudeta 2021,...
Dipicu Kudeta 2021, Perang Saudara Myanmar Renggut Lebih dari 100 Ribu Jiwa
Bus Penuh Penumpang...
Bus Penuh Penumpang Ngebut Masuk Jurang, 40 Orang Tewas
Rekomendasi
Nokia Bangun Jaringan...
Nokia Bangun Jaringan Antidrone di Perbatasan Finlandia
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi Pagi Ini, Tinggi Kolom Abu 1.400 Meter
Profil Irjen Pol Ruddi...
Profil Irjen Pol Ruddi Setiawan, Lulusan Akpol 1996 yang Kini Menjadi Kapolda Aceh
Berita Terkini
Iran Gelar Salat Jenazah...
Iran Gelar Salat Jenazah untuk Khamenei dan 4 Anggota Keluarganya yang Dibunuh AS-Israel
Militer China Mempromosikan...
Militer China Mempromosikan 2 Jenderal Baru setelah Banyak yang Dipecat karena Korupsi
Badai Ganas Ancam Gagalkan...
Badai Ganas Ancam Gagalkan Pidato Trump di Hari Kemerdekaan AS, Ribuan Orang Berhamburan Kabur
Takut Ditangkap, Menteri...
Takut Ditangkap, Menteri Israel Itamar Ben-Gvir Dilaporkan Batal Terbang ke New York
Ayat Al-Quran tentang...
Ayat Al-Qur'an tentang Perang Badar dalam Seremoni Pemakaman Khamenei, Pujian atau Ejekan untuk Arab Saudi?
Giliran Lithuania Akan...
Giliran Lithuania Akan Cabut Larangan Senjata Nuklir, Rusia Makin Terancam
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved