Cara Malaysia Bela Palestina, dari Aksi Rakyat hingga Manuver Diplomatik PM Anwar Ibrahim

Kamis, 21 Maret 2024 - 08:13 WIB
loading...
A A A
"Ke mana kita telah membuang kemanusiaan kita, kenapa ada kemunafikan seperti ini?" tanya Anwar dalam jumpa pers bersama Kanselir Jerman Olaf Scholz usai pertemuan mereka di Berlin.

Akar Masalah Israel-Palestina


Anwar ditanya wartawan apakah dia mengecam serangan Hamas ke Israel pada 7 Oktober 2023, dan apakah dia mendukung upaya membebaskan ratusan sandera asal Israel.

"Yang saya tolak keras adalah narasi ini, obsesi ini, seolah-olah seluruh masalah dimulai dan diakhiri pada tanggal 7 Oktober. Ini tidak dimulai pada tanggal 7 Oktober, dan tidak berakhir pada tanggal 7 Oktober. Ini dimulai empat dekade sebelumnya, dan itu berlanjut setiap hari," jawab Anwar.

Menurut Anwar, kebijakan Israel selama puluhan tahun terhadap warga Palestina adalah akar penyebab konflik yang tak kunjung berakhir.

Dia mencoba bersikap adil ketika membandingkan konflik Israel-Palestina dan Rusia-Ukraina.

"Kami menentang kolonialisme, atau apartheid, atau pembersihan etnis, atau perampasan negara mana pun, baik di Ukraina, atau di Gaza,” katanya.

“Kami tidak dapat menghapus kekejaman dan perampasan yang telah berlangsung selama 40 tahun, yang telah menimbulkan reaksi dan kemarahan dari masyarakat," lanjut dia.

Sikap Malaysia soal Hamas


Anwar tidak sependapat dengan narasi Barat yang menyalahkan Hamas secara mutlak. Dia mengatakan Malaysia sudah lama menjalin hubungan dengan Hamas karena faksi itu bagian dari Palestina.

"Saya katakan bahwa kami, secara kebijakan, memiliki hubungan dengan Hamas dari sebelumnya, dan ini akan terus berlanjut," katanya.

"Oleh karena itu, kami tidak setuju dengan sikap mereka yang menekan ketika Hamas menang di Gaza melalui pemilu dan warga Gaza memilih mereka untuk memimpin," paparnya.

Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Digital Malaysia Fahmi Fadzil mengatakan dirinya sedang meminta saran dari Kementerian Luar Negeri Malaysia atas tuduhan bahwa media sosial TikTok telah menghapus beberapa konten, termasuk yang melibatkan kata "Hamas”.

Dia mengungkapkan bahwa keluhan telah diajukan, dan konten salah satu pengguna dihapus satu menit setelah diunggah di TikTok. Menurut pengguna, lanjut Fahmi, konten tersebut dihapus karena melanggar pedoman komunitas.

"Saya telah menghubungi TikTok untuk meminta penjelasan, tapi saya tidak senang dengan apa yang mereka katakan," katanya. "Saya akan meminta arahan dari Wisma Putra [Kementerian Luar Negeri] mengenai masalah ini.”
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tanpa Bantuan AS, Trump:...
Tanpa Bantuan AS, Trump: Israel Akan Hancur
Batalyon Israel Pembunuh...
Batalyon Israel Pembunuh Hind Rajab Dapat Pukulan Keras di Lebanon Selatan
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
AS atau Iran yang Menang...
AS atau Iran yang Menang Perang? Ini Jawaban Mengejutkan 10 Pakar Militer
Frans Antoni Pengendali...
Frans Antoni Pengendali Uang Fredy Pratama Digiring ke Bareskrim usai Ditangkap di Malaysia
Suami Divonis 4 Tahun...
Suami Divonis 4 Tahun Penjara karena Paksa Istri Berhubungan Seks dengan 120 Pria
Arkeolog Arab Saudi...
Arkeolog Arab Saudi Temukan Prasasti Bertulis Khalifah Umar bin Khattab
Rekomendasi
Kaesang Kaget Foto Jokowi...
Kaesang Kaget Foto Jokowi Lebih Banyak di Rakorwil PSI Kaltim
Kuasa Hukum Prioritaskan...
Kuasa Hukum Prioritaskan Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan saat Penyerahan ke Kejaksaan
Diskon Tarif Transportasi...
Diskon Tarif Transportasi hingga 30% Kembali Menyapa selama Periode Libur Sekolah 2026
Berita Terkini
Protes Serangan Mematikan...
Protes Serangan Mematikan Israel di Lebanon, Iran Tutup Selat Hormuz
Swiss: Perundingan AS...
Swiss: Perundingan AS dan Iran Berlanjut di Burgenstock
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon, Utusan AS Kirim Negosiator ke Jenewa
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Infografis
20 Negara yang Pernah...
20 Negara yang Pernah Dijajah Alexander Agung, dari Pakistan hingga Palestina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved