Cara Malaysia Bela Palestina, dari Aksi Rakyat hingga Manuver Diplomatik PM Anwar Ibrahim
Kamis, 21 Maret 2024 - 08:13 WIB
loading...
A
A
A
Meski demo ini mengecam rezim Zionis Israel, penyelenggara tetap menentang aksi yang menyinggung dan provokatif, termasuk menghina pribadi PM Israel Benjamin Netanyahu.
Ketua VPM Musa Mohd Nordin bergerak cepat ketika ada poster yang menghina Netanyahu. ”Saya tidak peduli apakah ini kebenaran Anda," katanya kepada seorang demonstran, sebagaimana dilansir The Straits Times.
Yang menyita perhatian dari aksi massa ini adalah pidato putri PM Anwar Ibrahim, Nurul Izzah Anwar. Dia sebelumnya adalah anggota Parlemen Permatang Pauh.
Nurul Izzah mengecam negara-negara Barat, khususnya AS dan Inggris, karena terus-menerus mendukung tindakan militer Zionis Israel bahkan ketika Gaza hancur dan puluhan ribu orang meninggal akibat pengeboman dan serangan darat.
Putri PM Anwar Ibrahim tersebut menegaskan pembelaan terhadap Palestina bukan soal agama. "Ini bukan tentang agama. Warga Muslim dan Kristen Palestina dibantai,” katanya.
“Kita terbebani untuk memperjuangkan kebebasan Palestina dan mengembalikan pedoman moral kepada dunia," katanya lagi.
Para pejabat tinggi Malaysia juga gencar membela Palestina. Menteri Luar Negeri Malaysia Datuk Seri Mohamad Hasan, misalnya, telah melakukan manuver diplomatik dalam upayanya menekan komunitas internasional bertindak menghentikan genosida di Gaza.
Diplomat Malaysia itu mendesak gencatan senjata karena krisis di Gaza sudah di luar batas.
"Pertama, melembagakan gencatan senjata segera dan permanen. Kedua, membangun akses aman dan tanpa hambatan untuk penyaluran bantuan. Ketiga, memastikan akuntabilitas atas pelanggaran hukum internasional," katanya di “Forum Terbuka Mengenai Isu Palestina: Kampanye Hak Asasi Manusia dan Hukum Internasional—Apa Peran Malaysia?” di Universiti Malaya, Selasa (19/3/2024).
Menurut Menlu Mohamad, Malaysia harus mengerahkan kekuatan untuk mendukung perjuangan rakyat Palestina.
Upaya membebaskan Palestina, kata dia, bukan hal mudah. Namun Malaysia tidak akan menyerah.
Menurutnya, upaya diplomatik Malaysia dalam membela Palestina akan dipandu tiga pilar besar—mengatasi akar masalah, menegakkan hukum internasional, dan mengakhiri impunitas Israel.
Manuver pembelaan Palestina juga dilakukan PM Anwar Ibrahim ketika berkunjung ke Jerman—negara Barat yang selama ini juga membela Israel.
Anwar mengkritik negara-negara Barat karena kurang bertindak terhadap kekejaman Israel terhadap warga Palestina di Gaza. Dia menilai negara-negara Barat munafik.
Ketua VPM Musa Mohd Nordin bergerak cepat ketika ada poster yang menghina Netanyahu. ”Saya tidak peduli apakah ini kebenaran Anda," katanya kepada seorang demonstran, sebagaimana dilansir The Straits Times.
Yang menyita perhatian dari aksi massa ini adalah pidato putri PM Anwar Ibrahim, Nurul Izzah Anwar. Dia sebelumnya adalah anggota Parlemen Permatang Pauh.
Nurul Izzah mengecam negara-negara Barat, khususnya AS dan Inggris, karena terus-menerus mendukung tindakan militer Zionis Israel bahkan ketika Gaza hancur dan puluhan ribu orang meninggal akibat pengeboman dan serangan darat.
Putri PM Anwar Ibrahim tersebut menegaskan pembelaan terhadap Palestina bukan soal agama. "Ini bukan tentang agama. Warga Muslim dan Kristen Palestina dibantai,” katanya.
“Kita terbebani untuk memperjuangkan kebebasan Palestina dan mengembalikan pedoman moral kepada dunia," katanya lagi.
Manuver Diplomatik Bela Palestina
Para pejabat tinggi Malaysia juga gencar membela Palestina. Menteri Luar Negeri Malaysia Datuk Seri Mohamad Hasan, misalnya, telah melakukan manuver diplomatik dalam upayanya menekan komunitas internasional bertindak menghentikan genosida di Gaza.
Diplomat Malaysia itu mendesak gencatan senjata karena krisis di Gaza sudah di luar batas.
"Pertama, melembagakan gencatan senjata segera dan permanen. Kedua, membangun akses aman dan tanpa hambatan untuk penyaluran bantuan. Ketiga, memastikan akuntabilitas atas pelanggaran hukum internasional," katanya di “Forum Terbuka Mengenai Isu Palestina: Kampanye Hak Asasi Manusia dan Hukum Internasional—Apa Peran Malaysia?” di Universiti Malaya, Selasa (19/3/2024).
Menurut Menlu Mohamad, Malaysia harus mengerahkan kekuatan untuk mendukung perjuangan rakyat Palestina.
Upaya membebaskan Palestina, kata dia, bukan hal mudah. Namun Malaysia tidak akan menyerah.
Menurutnya, upaya diplomatik Malaysia dalam membela Palestina akan dipandu tiga pilar besar—mengatasi akar masalah, menegakkan hukum internasional, dan mengakhiri impunitas Israel.
Manuver pembelaan Palestina juga dilakukan PM Anwar Ibrahim ketika berkunjung ke Jerman—negara Barat yang selama ini juga membela Israel.
Anwar mengkritik negara-negara Barat karena kurang bertindak terhadap kekejaman Israel terhadap warga Palestina di Gaza. Dia menilai negara-negara Barat munafik.
Lihat Juga :