Rusia Kerjai Pesawat Militer yang Bawa Menhan Inggris

Jum'at, 15 Maret 2024 - 09:23 WIB
loading...
Rusia Kerjai Pesawat...
Pesawat militer yang membawa Menhan Inggris Grant Shapps mengalami gangguan sinyal saat terbang dekat wilayah Rusia. London klaim gangguan itu adalah ulah Moskow. Foto/Kementerian Pertahanan Inggris
A A A
LONDON - Pesawat militer yang membawa Menteri Pertahanan (Menhan) Inggris Grant Shapps mengalami gangguan sinyal saat terbang dekat wilayah Rusia. London mengeklaim gangguan itu adalah ulah Moskow.

Pemerintah Inggris, melalui juru bicaranya, mengatakan gangguan GPS terjadi selama sekitar 30 menit ketika Dassault 900LX Falcon Angkatan Udara Kerajaan Inggris (RAF) terbang ke dekat Kaliningrad pada Rabu.

Menhan Shapps berada di pesawat itu saat terbang pulang dari Polandia tempat dia menyaksikan latihan perang NATO.

Kaliningrad merupakan wilayah Rusia di Laut Baltik, sekitar 1.200 km sebelah barat Moskow.

Baca Juga: Ini Momen Jet Tempur MiG-29 Ukraina Meledak saat Duel Lawan Su-35 Rusia

“Hal ini tidak mengancam keselamatan pesawat dan bukan hal yang aneh jika pesawat mengalami gangguan GPS di dekat Kaliningrad, yang tentu saja merupakan wilayah Rusia,” kata juru bicara tersebut, seperti dilansir The Times, Jumat (15/3/2024).

Sumber pertahanan Inggris mengatakan pesawat tersebut memiliki beberapa sistem navigasi sehingga tidak hanya mengandalkan GPS untuk terbang.

“Tidak ada alasan untuk hal ini dan ini merupakan tindakan yang tidak bertanggung jawab di pihak Rusia,” kata sumber pertahanan tersebut kepada The Sun.

Meski merupakan wilayah Rusia, Kaliningrad terletak di antara dua negara NATO; Polandia dan Lithuania.

Eksklave Rusia itu sangat termiliterisasi.

Para perencana perang Barat berteori bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin di masa depan dapat mencoba menghubungkan Kaliningrad dengan negara sekutunya; Belarusia, dengan menginvasi wilayah Polandia atau pun Lithuania.

Hal ini akan memutus koridor darat antara negara-negara Baltik seperti Lithuania, Latvia, dan Estonia serta anggota NATO lainnya. Hal ini juga akan menyebabkan konflik antara NATO dan Rusia.

Jurnalis The Times dan The Sun yang berada di dalam pesawat tersebut mengatakan sinyal GPS terganggu selama sekitar 30 menit.

Ponsel tidak dapat lagi terhubung ke internet dan pesawat terpaksa menggunakan metode alternatif untuk menentukan lokasinya.

Dr Thomas Withington, dari lembaga think tank Royal United Services Institute mengatakan kepada The Times bahwa tujuan utama Moskow dengan sistem jammer berbasis daratnya adalah untuk melindungi militernya di Kaliningrad.

“Secara nyata apa yang Rusia coba lakukan adalah melindungi aset mereka di wilayah ini, terutama untuk melindungi penempatan, pangkalan, konsentrasi pasukan, dan bahkan target strategis di Rusia dari senjata yang dipandu navigasi satelit,” katanya.

Dia mengatakan bahwa gangguan tersebut pada dasarnya bersifat defensif. "Tetapi karena dapat mengganggu penerbangan, hal ini juga sangat tidak bertanggung jawab," katanya.

Tidak jelas apakah gangguan tersebut disengaja atau apakah pesawat Shapps terjebak dalam aksi rutin Moskow. Meskipun demikian, kemungkinan besar Rusia mengetahui ada menteri yang berada di dalam pesawat tersebut.

Shapps sebelumnya telah menyaksikan ratusan tentara mengambil bagian dalam latihan Steadfast Defender—latihan perang terbesar yang dilakukan oleh NATO sejak Perang Dingin berakhir.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kapal Fregat Rusia Lepaskan...
Kapal Fregat Rusia Lepaskan Tembakan Peringatan di Selat Inggris
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Jenderal Jerman Ancam...
Jenderal Jerman Ancam Serang Dahsyat Rusia: Kami Siap Bertempur Malam Ini
Ini Alasan Trump Puji...
Ini Alasan Trump Puji Putin dan Xi Jinping atas Kesepakatan Damai AS-Iran
Prabowo Batal Hadiri...
Prabowo Batal Hadiri KTT ASEAN-Rusia, Istana Ungkap Alasannya
Skandal Kerajaan, Putra...
Skandal Kerajaan, Putra dari Putri Mahkota Norwegia Divonis Penjara atas Tuduhan Pemerkosaan
Soal Ujian Bocor, India...
Soal Ujian Bocor, India Blokir Telegram jelang Tes Masuk Kampus Kedokteran
Rekomendasi
Dokumen Rahasia Bocor!...
Dokumen Rahasia Bocor! Qatar Diam-diam Tawarkan Kesepakatan Gelap ke Iran
Harga Minyak Dunia Anjlok,...
Harga Minyak Dunia Anjlok, Kapan Pertamax Ikut Turun?
Mensos: Rekrutmen Guru...
Mensos: Rekrutmen Guru Sekolah Rakyat 2026 Capai 5.000 Orang
Berita Terkini
Ini Teks Resmi 14 Poin...
Ini Teks Resmi 14 Poin Kesepakatan Damai AS dan Iran
Kesepakatan Iran Mencakup...
Kesepakatan Iran Mencakup Dana Rp5.327 Triliun, Setengahnya Sudah Jadi Komitmen
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
Israel Danai Pemukim...
Israel Danai Pemukim Ekstremis, Bayar Rp34 Miliar Per Bulan
Kapal Tanker Ketiga...
Kapal Tanker Ketiga Pembawa Minyak Iran Keluar dari Garis Blokade AS
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon Selatan Meski Ada Kesepakatan AS-Iran
Infografis
Virus Hanta Merebak!...
Virus Hanta Merebak! Ini 5 Gejalanya yang Perlu Diwaspadai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved