alexametrics

Israel: Putin Sangat Marah pada Assad, Telepon Tak Dijawab

loading...
Israel: Putin Sangat Marah pada Assad, Telepon Tak Dijawab
Presiden Rusia Vladimir Vladimorvich Putin. Foto/REUTERS
A+ A-
TEL AVIV - Menteri Intelijen Israel Yisrael Katz mengatakan Presiden Rusia Vladimir Putin sangat marah pada Presiden Suriah Bashar al-Assad. Kemarahan itu terkait tembakan sistem rudal S-200 Damaskus yang menjatuhkan pesawat Il-20 Moskow awal pekan ini.

Menurut Katz, panggilan telepon dari Assad bahkan tidak dijawab Putin. Politikus anggota kabinet keamanan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu itu mengatakan kepada Army Radio bahwa Presiden Suriah telah mencoba beberapa kali untuk menelepon Presiden Rusia, namun pemimpin Kremlin tersebut mengabaikannya.

“Presiden Rusia tidak menjawab panggilan telepon Assad. Dia pasti marah dengan apa yang mereka lakukan, dan sudah mengatakan bahwa Israel tidak bertanggung jawab atas apa yang terjadi," kata Katz.

“Assad berusaha menghubunginya dan Putin tidak menjawab. Jadi dia mengiriminya telegram," ujar Katz, seperti dikutip Times of Israel, Jumat (21/9/2018) malam.

Klaim Katz ini berbeda dengan pernyataan Kementerian Pertahanan Rusia sebelumnya, di mana mereka menyalahkan Israel atas insiden penembakan pesawat mata-mata Il-20 yang menewaskan 15 tentara Moskow. Menurut kementerian itu, pilot jet tempur F-16 Israel menjadikan pesawat Il-20 sebagai tameng saat sistem rudal pertahanan S-200 Suriah merespons serangan empat jet tempur F-16 Israel.

"Rusia sangat marah pada Assad dan Iran yang mengirim senjata ke Hizbullah di Suriah," imbuh Katz. "Ada alasan mereka khawatir tentang reaksi Rusia."

"Rusia tidak senang bahwa Iran secara kukuh berlindung di Suriah," katanya.

Katz juga mengatakan bahwa Israel tidak akan mengubah kebijakannya menyusul insiden itu, tetapi bekerja dengan Rusia untuk menenangkan krisis.

"Kami menjaga kepentingan keamanan Israel," tegasnya. “Front Iran di Suriah adalah bahaya bagi Dataran Tinggi Golan dan ke seluruh negara Israel. Orang-orang Rusia mengerti bahwa kebijakan kami sah."

Insiden itu dimulai Senin malam lalu, ketika Angkatan Udara Israel melakukan serangan udara terhadap fasilitas militer Suriah dekat kota Latakia. Menurut Israel fasilitas itu digunakan untuk menyimpan dan mentransfer amunisi canggih kepada Hizbullah dan proksi Iran lainnya.

Putin telah meredam ketegangan dengan Israel usai insiden itu dengan meyakinkan bahwa bukan jet-jet tempur Tel Aviv yang menembak jatuh pesawat mata-mata Il-20 Moskow di Latakia. Kendati demikian, Putin minta dilakukan penyelidikan menyeluruh terkait apa yang terjadi sebenarnya.

Para pejabat Israel, yang takut kehilangan kerja sama pertahanan yang erat dengan Rusia, meluncurkan dorongan diplomatik secara penuh. Delegasi militer Tel Aviv telah berkunjung ke Moskow untuk memberikan penjelasan dan menawarkan bantuan penyelidikan.
(mas)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak