5 Fakta Marwan Issa, Orang Nomor 2 Hamas yang Dilaporkan Tewas oleh Israel

Selasa, 12 Maret 2024 - 17:15 WIB
loading...
5 Fakta Marwan Issa,...
Petinggi Hamas Marwan Issa (dalam lingkaran merah). Foto/X
A A A
JALUR GAZA - Marwan Issa, orang nomor dua di militer Hamas telah dilaporkan tewas dalam serangan rudal jet tempur Israel di Gaza, Palestina. Untuk memastikannya, pihak Israel tengah mengumpulkan sejumlah bukti dari tempat kejadian.

Mengutip Reuters, Selasa (12/3/2024), apabila kematian Marwan Issa terbukti, hal ini akan menjadi salah satu pencapaian besar bagi Israel.

Sejak perang yang berlangsung Oktober 2023 lalu, namanya akan menjadi pejabat tertinggi Hamas yang berhasil dibunuh.

Lantas, siapakah sebenarnya sosok Marwan Issa ini? Simak ulasannya berikut untuk mengenalnya lebih jauh.

Fakta Marwan Issa

1. Tokoh Penting Hamas


Marwan Issa bukanlah sosok sembarang dalam Hamas. Ia menjadi salah tokoh yang reputasinya disegani termasuk oleh musuh-musuhnya.

Mengutip Jerusalem Post, Marwan Issa adalah wakil Mohammad Deif di Brigade Izz al-Din al-Qassam. Dalam hal ini, Issa bertugas mewakili brigade di biro politik Hamas.

Pada sepak terjangnya, Issa juga sudah banyak terlibat pada aksi-aksi yang dilakukan Hamas. Israel bahkan menuduhnya terlibat juga dalam perencanaan serangan 7 Oktober.

2. Punya Julukan Manusia Bayangan


Berbekal kemampuannya yang sangat ahli menyembunyikan diri, Marwan Issa punya julukan cukup menarik. Ia dikenali sebagai ‘Manusia Bayangan’ atau ‘Shadow Man’.

Issa juga termasuk sebagai salah satu petinggi Hamas yang ‘paling dicari’ oleh Israel. Ia satu kloter dengan pemimpin Hamas seperti Ismail Haniyeh hingga Mohammed Deif.

3. Ditetapkan sebagai Teroris


Melihat potensi ancaman yang cukup besar dari Marwan Issa, Departemen Luar Negeri AS memasukkan namanya dalam daftar teroris.

Tak hanya itu, Uni Eropa juga menambahkan Issa bersama Deif dalam daftar teroris pada 8 Oktober lalu.

4. Banyak Berperan di Hamas


Peran Marwan Issa di Hamas terbilang cukup penting. Maariv bahkan melaporkan sosoknya ini termasuk sebagai salah satu bagian dari anggota pendiri Hamas pada 1987.

Sosoknya memang jarang muncul di publik, namun beberapa kali ia dilaporkan terlibat dalam kegiatan Hamas. Pada 2011, Issa dikabarkan muncul dalam pertukaran sandera-tahanan di Gilad Shalit, termasuk Yahya Sinwar.

Menurut Pusat Informasi Intelijen dan Terorisme Meir Amit, Issa sebelumnya juga bertanggung jawab atas unit operasi khusus Hamas. Posisi pentingnya di organisasi membuatnya cukup dekat dengan para pimpinan.

5. Sering Selamat dari Maut


Dulunya, Issa pernah mendekam di jeruji besi selama awal pendirian Hamas karena ditangkap oleh Israel.

Seiring waktu, posisinya di organisasi menjadi cukup penting hingga masuk daftar buronan paling dicari Israel.

Beberapa kali, Issa menjadi sasaran serangan udara Israel. Salah satunya pada 2012 ketika IDF menyasar para petinggi Hamas.

Pada serangan tersebut, Ahmed Jaabari selaku mantan pemimpin Al-Qassam tewas. Sementara Issa berhasil selamat.

Itulah beberapa fakta terkait Marwan Issa, orang nomor 2 di Hamas yang dilaporkan tewas oleh Israel.

Baca juga: Pasukan Israel Serang Jemaah Salat Tarawih di Masjid Al-Aqsa
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Bunuh Jurnalis...
Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera dalam Serangan Udara di Gaza, Menuduhnya Milisi Hamas
Komite Administrasi...
Komite Administrasi Gaza Ungkap Prioritas Rekonstruksi Sudah Ditetapkan, Siap Mulai Pekerjaan
Israel Marah setelah...
Israel Marah setelah Presiden Belarusia Samakan Pembantaian Gaza dengan Holocaust Nazi
Israel Danai Pemukim...
Israel Danai Pemukim Ekstremis, Bayar Rp34 Miliar Per Bulan
Hamas Sambut Baik Kesepakatan...
Hamas Sambut Baik Kesepakatan AS-Iran, Serukan Penghentian Serangan di Gaza dan Lebanon
Israel Tak Akan Mundur...
Israel Tak Akan Mundur dari Suriah, Gaza dan Lebanon
Dewan Pers Minta Pemerintah...
Dewan Pers Minta Pemerintah Tempuh Jalur Diplomatik Bebaskan Jurnalis yang Ditangkap Israel
Israel Bombardir Lebanon...
Israel Bombardir Lebanon Selatan Tewaskan 16 Orang
Ledakan Dahsyat Guncang...
Ledakan Dahsyat Guncang Fasilitas Gas Qatar, Korban Berjatuhan
Rekomendasi
Jangan Cuma Istri, Suami...
Jangan Cuma Istri, Suami Juga Harus Periksa Kesuburan saat Program Hamil
Bumerang Bagi Penerimaan...
Bumerang Bagi Penerimaan Negara, Usulan Kenaikan Batas Produksi Rokok Tuai Kritik
Dorong SDM Unggul, IWIP-WBN...
Dorong SDM Unggul, IWIP-WBN Gandeng LPDP Kirim Mahasiswa ke China
Berita Terkini
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
Infografis
Profil Ayatollah Ali...
Profil Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran yang Tewas Diserang AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved