AS Tangkap Tentaranya karena Jual Dokumen Rahasia Militer ke China
Jum'at, 08 Maret 2024 - 13:14 WIB
loading...
A
A
A
Mulai Juni 2022, kata jaksa, Schultz dan rekan konspiratornya mulai berkomunikasi secara online dan melalui aplikasi pesan terenkripsi.
"Dia diinstruksikan untuk memprioritaskan penyampaian dokumen asli dan eksklusif kepada orang yang menanganinya, termasuk informasi terkait perang Rusia di Ukraina dan operasional sistem militer AS yang sensitif dan kemampuannya," bunyi dokumen pengadilan, yang dikutip CBS News, Jumat (8/3/2024).
Schultz dan rekan konspiratornya diduga setuju untuk menjalin kemitraan jangka panjang.
Pada Juli 2022, penyelidik menuduh Schultz mengirimkan informasi tentang Sistem Roket Artileri Mobilitas Tinggi (HIMARS), jenis sistem yang dikirim AS ke Ukraina untuk digunakan melawan Rusia.
Dia juga dituduh mengirimkan dokumen sensitif tentang peralatan hipersonik dan ringkasan latihan militer AS pada Agustus 2022.
Dokumen pengadilan merinci pertukaran selama berbulan-bulan di mana rekan konspirator yang tidak disebutkan namanya meminta dokumen tertentu dan Schutlz menurutinya, menjual lusinan catatan sensitif seharga ribuan dolar sekaligus.
Uang tampaknya menjadi motivasinya. Dalam salah satu pesannya, Schultz mengatakan kepada rekan konspiratornya: "Saya perlu mendapatkan kembali BMW saya yang lain."
"Saya akan terus mengirimkan Anda informasi yang berlimpah," tulisnya kepada konspirator tersebut, yang dikutip jaksa.
"Dia diinstruksikan untuk memprioritaskan penyampaian dokumen asli dan eksklusif kepada orang yang menanganinya, termasuk informasi terkait perang Rusia di Ukraina dan operasional sistem militer AS yang sensitif dan kemampuannya," bunyi dokumen pengadilan, yang dikutip CBS News, Jumat (8/3/2024).
Schultz dan rekan konspiratornya diduga setuju untuk menjalin kemitraan jangka panjang.
Pada Juli 2022, penyelidik menuduh Schultz mengirimkan informasi tentang Sistem Roket Artileri Mobilitas Tinggi (HIMARS), jenis sistem yang dikirim AS ke Ukraina untuk digunakan melawan Rusia.
Dia juga dituduh mengirimkan dokumen sensitif tentang peralatan hipersonik dan ringkasan latihan militer AS pada Agustus 2022.
Dokumen pengadilan merinci pertukaran selama berbulan-bulan di mana rekan konspirator yang tidak disebutkan namanya meminta dokumen tertentu dan Schutlz menurutinya, menjual lusinan catatan sensitif seharga ribuan dolar sekaligus.
Uang tampaknya menjadi motivasinya. Dalam salah satu pesannya, Schultz mengatakan kepada rekan konspiratornya: "Saya perlu mendapatkan kembali BMW saya yang lain."
"Saya akan terus mengirimkan Anda informasi yang berlimpah," tulisnya kepada konspirator tersebut, yang dikutip jaksa.
Lihat Juga :