5 Fakta Bencana Kelaparan yang Melanda Gaza
Rabu, 06 Maret 2024 - 20:20 WIB
loading...
A
A
A
Bantuan saat ini dapat disalurkan ke Gaza selatan melalui penyeberangan Rafah dari Mesir dan penyeberangan Kerem Shalom dari Israel.
Badan pengungsi Palestina PBB, UNRWA, mengatakan bahwa selama bulan Februari rata-rata hampir 97 truk dapat memasuki Gaza setiap hari, dibandingkan dengan sekitar 150 truk per hari pada bulan Januari – jauh di bawah target 500 truk per hari.
![5 Fakta Bencana Kelaparan yang Melanda Gaza]()
Foto/Reuters
PBB menggambarkan akses bantuan sebagai hal yang “tidak dapat diprediksi dan tidak mencukupi,” menyalahkan operasi militer, ketidakamanan dan pembatasan ekstensif terhadap pengiriman pasokan penting.
Secara khusus PBB menyebutkan: penutupan perbatasan, pembatasan pergerakan yang serius, penolakan akses, prosedur pemeriksaan yang sulit, risiko keamanan, insiden yang dilakukan oleh warga sipil yang putus asa, pelanggaran hukum dan ketertiban, serta pembatasan komunikasi dan peralatan pelindung.
Israel mengatakan pihaknya berkomitmen untuk memperbaiki situasi kemanusiaan di Gaza dan tidak ada batasan bantuan untuk warga sipil. Mereka menyalahkan PBB atas masalah pengiriman bantuan, dan mengatakan bahwa pembatasan jumlah dan kecepatan bantuan bergantung pada kapasitas PBB dan badan-badan lainnya.
Badan pengungsi Palestina PBB, UNRWA, mengatakan bahwa selama bulan Februari rata-rata hampir 97 truk dapat memasuki Gaza setiap hari, dibandingkan dengan sekitar 150 truk per hari pada bulan Januari – jauh di bawah target 500 truk per hari.
7. Warga Sipil Sudah Putus Asa

Foto/Reuters
PBB menggambarkan akses bantuan sebagai hal yang “tidak dapat diprediksi dan tidak mencukupi,” menyalahkan operasi militer, ketidakamanan dan pembatasan ekstensif terhadap pengiriman pasokan penting.
Secara khusus PBB menyebutkan: penutupan perbatasan, pembatasan pergerakan yang serius, penolakan akses, prosedur pemeriksaan yang sulit, risiko keamanan, insiden yang dilakukan oleh warga sipil yang putus asa, pelanggaran hukum dan ketertiban, serta pembatasan komunikasi dan peralatan pelindung.
Israel mengatakan pihaknya berkomitmen untuk memperbaiki situasi kemanusiaan di Gaza dan tidak ada batasan bantuan untuk warga sipil. Mereka menyalahkan PBB atas masalah pengiriman bantuan, dan mengatakan bahwa pembatasan jumlah dan kecepatan bantuan bergantung pada kapasitas PBB dan badan-badan lainnya.
(ahm)
Lihat Juga :