Perang Lawan Kartel Narkoba, Haiti Berlakukan Status Darurat Militer
Senin, 04 Maret 2024 - 19:40 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Geng Bersenjata Serang Penjara Haiti, 3.700 Napi Kabur, Selusin Tewas
Tim lapangan pada Minggu sore berhasil memulihkan koneksi sepenuhnya, kata Pemimpin Digicel Maarten Boute dalam sebuah postingan di X, terima kasih kepada "teknisi pemberani yang bekerja tanpa kenal lelah, dalam kondisi yang sangat berbahaya untuk mewujudkan hal ini."
Tembakan hebat telah menyebabkan kepanikan dalam beberapa hari terakhir setelah pemimpin geng Jimmy Cherizier, mantan petugas polisi, menyerukan kelompok kriminal untuk bersatu dan menggulingkan Henry. Cherizier memimpin aliansi geng dan menghadapi sanksi dari PBB dan Amerika Serikat.
Kelompok bersenjata pada Sabtu malam menyerang penjara terbesar di negara itu, menentang pasukan polisi Haiti yang telah meminta bantuan. Reuters mengunjungi Lembaga Pemasyarakatan Nasional pada hari Minggu di mana tidak ada tanda-tanda petugas polisi dan pintu utama penjara tetap terbuka.
“Saya satu-satunya yang tersisa di sel saya,” kata seorang narapidana yang tidak disebutkan namanya kepada Reuters. “Kami tertidur saat mendengar suara peluru. Penghalang sel rusak,” ujarnya.
Tidak jelas berapa banyak narapidana yang melarikan diri. Sumber-sumber yang dekat dengan lembaga tersebut mengatakan kemungkinan besar jumlah anggotanya adalah mayoritas. Lembaga pemasyarakatan tersebut, yang dibangun untuk menampung 700 tahanan, menahan 3.687 tahanan pada Februari tahun lalu, menurut kelompok hak asasi manusia RNDDH.
Tim lapangan pada Minggu sore berhasil memulihkan koneksi sepenuhnya, kata Pemimpin Digicel Maarten Boute dalam sebuah postingan di X, terima kasih kepada "teknisi pemberani yang bekerja tanpa kenal lelah, dalam kondisi yang sangat berbahaya untuk mewujudkan hal ini."
Tembakan hebat telah menyebabkan kepanikan dalam beberapa hari terakhir setelah pemimpin geng Jimmy Cherizier, mantan petugas polisi, menyerukan kelompok kriminal untuk bersatu dan menggulingkan Henry. Cherizier memimpin aliansi geng dan menghadapi sanksi dari PBB dan Amerika Serikat.
Kelompok bersenjata pada Sabtu malam menyerang penjara terbesar di negara itu, menentang pasukan polisi Haiti yang telah meminta bantuan. Reuters mengunjungi Lembaga Pemasyarakatan Nasional pada hari Minggu di mana tidak ada tanda-tanda petugas polisi dan pintu utama penjara tetap terbuka.
“Saya satu-satunya yang tersisa di sel saya,” kata seorang narapidana yang tidak disebutkan namanya kepada Reuters. “Kami tertidur saat mendengar suara peluru. Penghalang sel rusak,” ujarnya.
Tidak jelas berapa banyak narapidana yang melarikan diri. Sumber-sumber yang dekat dengan lembaga tersebut mengatakan kemungkinan besar jumlah anggotanya adalah mayoritas. Lembaga pemasyarakatan tersebut, yang dibangun untuk menampung 700 tahanan, menahan 3.687 tahanan pada Februari tahun lalu, menurut kelompok hak asasi manusia RNDDH.
Lihat Juga :