alexametrics

Tuntut Pembebasan Pastor AS, Trump: Tidak Ada Konsesi dengan Turki!

loading...
Tuntut Pembebasan Pastor AS, Trump: Tidak Ada Konsesi dengan Turki!
Presiden AS Donald Trump bersumpah tidak akan ada konsesi dalam upaya membebaskan Pasto Andrew Brunson. Foto/Ilustrasi/SINDOnews/Ian
A+ A-
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengesampingkan membuat konsesi dengan Turki untuk membebaskan pastor Amerika yang ditahan. Ia mengaku tidak khawatir dengan tarif hukuman yang dikenakannya akan memiliki efek dan melukai ekonomi Eropa.

Trump mengatakan dia berpikir telah memiliki kesepakatan dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan ketika membantu membujuk Israel untuk membebaskan seorang warga negara Turki yang ditahan. Ia mengira Erdogan kemudian akan membebaskan pastor Andrew Brunson.

Trump mengatakan Erdogan menginginkan warga Turki itu kembali dari Israel.

"Saya pikir itu sangat menyedihkan apa yang dilakukan Turki. Saya pikir mereka melakukan kesalahan besar. Tidak akan ada konsesi," katanya seperti dikutip dari Reuters, Selasa (21/8/2018).



Trump telah memberlakukan tarif atas impor baja dan aluminium Turki sebagai tanggapan atas penolakan Erdogan untuk membebaskan Brunson. Keputusan Trump ini meningkatkan kekhawatiran akan kerusakan ekonomi di Eropa.

"Saya tidak peduli sama sekali. Saya tidak peduli. Ini adalah hal yang tepat untuk dilakukan," tegasnya, ketika ditanya tentang potensi kerusakan ekonomi.

Trump pun menegaskan ia akan tetap berpegang pada apa yang diyakininya dalam tawar-menawar.

"Saya mengeluarkan orang itu untuknya. Saya mengharapkan dia untuk membiarkan pria yang sangat polos dan luar biasa ini, ayah yang hebat dan orang Kristen yang hebat keluar dari Turki," kata Trump.

"Saya suka Turki. Saya sangat menyukai orang-orang Turki. Sampai sekarang saya memiliki hubungan yang sangat baik seperti yang Anda ketahui dengan presiden. Saya bergaul hebat dengan dia. Saya memiliki hubungan yang sangat baik. Tapi itu bisa 'Jalan satu arah.' Ini bukan lagi jalan satu arah untuk Amerika Serikat," tukasnya.
(ian)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak