Hacker Bahrain Curi Dokumen Rahasia Armada Kelima AL AS di Timur Tengah
Senin, 12 Februari 2024 - 16:30 WIB
loading...
Sistem keamanan internet dan digital Armada Kelima AS di Bahrain berhasil dibobol hacker. Foto/Reuters
A
A
A
GAZA - Hacker Bahrain berhasil menyusup ke sistem Armada Kelima Angkatan Laut AS yang berbasis di Timur Tengah dan mendapatkan akses ke dokumen rahasia. Itu menunjukkan perlawanan terhadap AS sebagai sekutu Israel juga melanda dunia digital.
Pada Minggu (11/2/2024), kelompok peretas Tim al-Toufan (Banjir) melakukan operasi terhadap Armada Kelima AS di Bahrain, yang membahayakan navigasi maritim di Asia dan Timur Tengah.
Kelompok tersebut mengatakan bahwa mereka telah memperoleh dokumen berisi gambar dan peta rinci dari dalam pangkalan militer Amerika di Bahrain.
“Apa yang kita miliki lebih besar, dan akan menjangkau mereka [yang] peduli dan mendukung… operasi Poros Perlawanan melawan Poros Kejahatan Amerika," klaim Tim al-Toufan dilansir Press TV.
"Kebocoran tersebut ditujukan untuk para pahlawan perlawanan yang gagah berani dan terhormat di Palestina, Lebanon, Yaman dan Irak, dan para syuhada yang saleh… dalam perjalanan menuju Yerusalem (al-Quds),” tambahnya.
Ketegangan meningkat di Asia Barat karena dukungan Amerika Serikat terhadap perang genosida Israel di Jalur Gaza, yang telah menewaskan sedikitnya 28.176 warga Palestina, sebagian besar perempuan dan anak-anak, dan melukai 67.784 lainnya sejak 7 Oktober.
Kelompok perlawanan, sebagai pembalasan, telah melancarkan serangan terhadap pangkalan-pangkalan yang menampung pasukan pendudukan AS di Irak dan Suriah.
Pada Minggu (11/2/2024), kelompok peretas Tim al-Toufan (Banjir) melakukan operasi terhadap Armada Kelima AS di Bahrain, yang membahayakan navigasi maritim di Asia dan Timur Tengah.
Kelompok tersebut mengatakan bahwa mereka telah memperoleh dokumen berisi gambar dan peta rinci dari dalam pangkalan militer Amerika di Bahrain.
“Apa yang kita miliki lebih besar, dan akan menjangkau mereka [yang] peduli dan mendukung… operasi Poros Perlawanan melawan Poros Kejahatan Amerika," klaim Tim al-Toufan dilansir Press TV.
"Kebocoran tersebut ditujukan untuk para pahlawan perlawanan yang gagah berani dan terhormat di Palestina, Lebanon, Yaman dan Irak, dan para syuhada yang saleh… dalam perjalanan menuju Yerusalem (al-Quds),” tambahnya.
Ketegangan meningkat di Asia Barat karena dukungan Amerika Serikat terhadap perang genosida Israel di Jalur Gaza, yang telah menewaskan sedikitnya 28.176 warga Palestina, sebagian besar perempuan dan anak-anak, dan melukai 67.784 lainnya sejak 7 Oktober.
Kelompok perlawanan, sebagai pembalasan, telah melancarkan serangan terhadap pangkalan-pangkalan yang menampung pasukan pendudukan AS di Irak dan Suriah.
Lihat Juga :