Pemukim Yahudi Serang dan Hadang Truk-truk Bantuan Kemanusiaan ke Gaza
Rabu, 07 Februari 2024 - 09:47 WIB
loading...
A
A
A
Mereka juga kerap terekam menyerang truk-truk tersebut. Video penyerangan itu pun viral di media sosial.
Salah satu pemukim, seorang warga Yahudi di Yerusalem, mengatakan dia datang bersama keluarganya untuk menghentikan truk yang memasok oksigen ke kelompok perlawanan Palestina Hamas di Gaza.
"Gaza adalah sebuah negara. Ini tanahnya, itu sebuah negara. Semua warga Gaza, menurut pihak kami, adalah teroris," ujar pemukim Israel, Sharon, yang menolak memberikan nama belakangnya.
Meskipun ada peringatan dari kelompok hak asasi manusia dan lembaga bantuan bahwa “bencana kemanusiaan” sedang terjadi di Gaza, Sharon menuduh bantuan tersebut, termasuk makanan dan bahan bakar, disalurkan ke Hamas.
“Mengapa kami harus mengirimkan makanan dan bahan bakar ke Gaza? Ini tidak normal… Tidak normal jika di negeri kami, orang-orang menembak kami,” ungkap dia.
Sharon mengklaim setelah serangan lintas batas Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober, orang-orang di Gaza turun ke jalan dan menari.
"Mereka tidak sedih atas apa yang terjadi. Islam tidak menyukai kita. Oke. Jadi sekarang saatnya untuk membayar," ujar dia.
Salah satu pemukim, seorang warga Yahudi di Yerusalem, mengatakan dia datang bersama keluarganya untuk menghentikan truk yang memasok oksigen ke kelompok perlawanan Palestina Hamas di Gaza.
"Gaza adalah sebuah negara. Ini tanahnya, itu sebuah negara. Semua warga Gaza, menurut pihak kami, adalah teroris," ujar pemukim Israel, Sharon, yang menolak memberikan nama belakangnya.
Meskipun ada peringatan dari kelompok hak asasi manusia dan lembaga bantuan bahwa “bencana kemanusiaan” sedang terjadi di Gaza, Sharon menuduh bantuan tersebut, termasuk makanan dan bahan bakar, disalurkan ke Hamas.
“Mengapa kami harus mengirimkan makanan dan bahan bakar ke Gaza? Ini tidak normal… Tidak normal jika di negeri kami, orang-orang menembak kami,” ungkap dia.
Sharon mengklaim setelah serangan lintas batas Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober, orang-orang di Gaza turun ke jalan dan menari.
"Mereka tidak sedih atas apa yang terjadi. Islam tidak menyukai kita. Oke. Jadi sekarang saatnya untuk membayar," ujar dia.
Lihat Juga :