Serangan Balas Dendam AS Targetkan Pasukan Iran dan Afiliasinya, Gunakan 125 Amunisi Presisi
Sabtu, 03 Februari 2024 - 07:38 WIB
loading...
A
A
A
Dua pejabat Amerika yang berbicara secara anonim kepada CNN mengatakan pengeboman balas dendam ini menandai awal dari apa yang mungkin akan menjadi serangkaian serangan Washington berskala lebih besar terhadap para milisi yang didukung Teheran.
Pada Minggu malam lalu, serangan drone menghantam pangkalan militer AS di Yordania yang berdekatan dengan Suriah—dikenal sebagai Tower 22". Kelompok Perlawanan Islam di Irak mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut dengan alasan Amerika mendukung Israel melakukan pengeboman brutal di Gaza, Palestina.
"Serangan terhadap Tower 22 direncanakan, dibiayai dan difasilitasi oleh Perlawanan Islam di Irak," kata juru bicara Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih John Kirby.
Kelompok tersebut terdiri dari beberapa faksi milisi, termasuk Kataib Hezbollah, yang telah melancarkan beberapa serangan roket dan drone terhadap pasukan AS di wilayah tersebut sejak perang Israel-Hamas pecah pada 7 Oktober 2023.
Kirby mengisyaratkan serangan balasan AS akan dilakukan selama beberapa hari. "Ini tidak akan terjadi satu kali saja,” katanya.
“Seperti yang saya katakan, hal pertama yang Anda lihat bukanlah hal terakhir.”
Dia menambahkan, Presiden Joe Biden masih berusaha menghindari perang yang lebih luas dengan Iran.
Pada Minggu malam lalu, serangan drone menghantam pangkalan militer AS di Yordania yang berdekatan dengan Suriah—dikenal sebagai Tower 22". Kelompok Perlawanan Islam di Irak mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut dengan alasan Amerika mendukung Israel melakukan pengeboman brutal di Gaza, Palestina.
"Serangan terhadap Tower 22 direncanakan, dibiayai dan difasilitasi oleh Perlawanan Islam di Irak," kata juru bicara Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih John Kirby.
Kelompok tersebut terdiri dari beberapa faksi milisi, termasuk Kataib Hezbollah, yang telah melancarkan beberapa serangan roket dan drone terhadap pasukan AS di wilayah tersebut sejak perang Israel-Hamas pecah pada 7 Oktober 2023.
Kirby mengisyaratkan serangan balasan AS akan dilakukan selama beberapa hari. "Ini tidak akan terjadi satu kali saja,” katanya.
“Seperti yang saya katakan, hal pertama yang Anda lihat bukanlah hal terakhir.”
Dia menambahkan, Presiden Joe Biden masih berusaha menghindari perang yang lebih luas dengan Iran.
(mas)
Lihat Juga :