Hamas Kecam Rencana Israel Hendak Bangun Permukiman Yahudi di Gaza
Senin, 29 Januari 2024 - 15:59 WIB
loading...
Israel berencana membangun pemukiman Yahudi di Gaza yang dikecam Hamas. Foto/Reuters
A
A
A
GAZA - Hamas mengecam konferensi “Kembali ke Gaza” di Israel bertentangan dengan keputusan sementara Mahkamah Internasional (ICJ) mengenai perang di Gaza. Mereka menentang segala bentuk hadirnya permukiman Yahudi di Gaza.
"Israel mengabaikan hukum internasional dan resolusi PBB dengan secara terbuka menyerukan migrasi sukarela warga Palestina pada konferensi tersebut, yang juga menguraikan 21 pemukiman ilegal Israel baru," demikian pernyataan Hamas, dilansir Al Jazeera.
“Kami menyerukan komunitas internasional dan PBB untuk mengambil sikap tegas… dan mengutuk konferensi tersebut dengan jelas sebagai konferensi fasis yang didasarkan pada gagasan pembersihan etnis," demikian pernyataan Hamas, dilansir Al Jazeera.
Ratusan anggota komunitas pemukim Israel berkumpul untuk sebuah konvensi di Yerusalem pada hari Minggu yang menyerukan Israel untuk membangun kembali pemukiman di Gaza, membuka babak baru baru dan bagian utara Tepi Barat yang Diduduki.
Israel menarik militer dan pemukimnya dari Gaza pada tahun 2005 setelah pendudukan selama 38 tahun, dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan pihaknya tidak bermaksud untuk mempertahankan kehadiran permanen lagi, namun Israel akan mempertahankan kontrol keamanan untuk jangka waktu yang tidak terbatas.
"Israel mengabaikan hukum internasional dan resolusi PBB dengan secara terbuka menyerukan migrasi sukarela warga Palestina pada konferensi tersebut, yang juga menguraikan 21 pemukiman ilegal Israel baru," demikian pernyataan Hamas, dilansir Al Jazeera.
“Kami menyerukan komunitas internasional dan PBB untuk mengambil sikap tegas… dan mengutuk konferensi tersebut dengan jelas sebagai konferensi fasis yang didasarkan pada gagasan pembersihan etnis," demikian pernyataan Hamas, dilansir Al Jazeera.
Ratusan anggota komunitas pemukim Israel berkumpul untuk sebuah konvensi di Yerusalem pada hari Minggu yang menyerukan Israel untuk membangun kembali pemukiman di Gaza, membuka babak baru baru dan bagian utara Tepi Barat yang Diduduki.
Israel menarik militer dan pemukimnya dari Gaza pada tahun 2005 setelah pendudukan selama 38 tahun, dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan pihaknya tidak bermaksud untuk mempertahankan kehadiran permanen lagi, namun Israel akan mempertahankan kontrol keamanan untuk jangka waktu yang tidak terbatas.
Lihat Juga :