Ibu Sandera Hamas Tuding Tentara Israel Meracuni Putranya hingga Tewas
Kamis, 18 Januari 2024 - 19:45 WIB
loading...
Jasad Sersan Ron Sherman (kiri) dan Kopral Nick Beiser (kanan) ditemukan di Gaza oleh pasukan Israel pada pertengahan Desember 2023. Foto/IDF
A
A
A
TEL AVIV - Pasukan Israel (IDF) pada Rabu (17/1/2024) memberi tahu keluarga tawanan perang Ron Sherman, Nick Beiser dan Elia Toledano bahwa tidak mungkin menentukan penyebab kematian mereka.
Jerusalem Post melaporkan, “Perwakilan IDF tiba di keluarga tentara yang diculik, Sersan Ron Sherman dan Kopral Nick Beiser, untuk memberi tahu mereka tentang temuan mengenai kematian mereka di penawanan Hamas pada Selasa malam.”
Surat kabar tersebut melaporkan tentara Israel mengambil jenazah mereka dari terowongan Al-Qassam di kamp Jabalya pada tanggal 14 Desember 2023.
“Di dekat tempat mayat-mayat itu ditemukan, IDF menyerang satu terowongan di mana komandan divisi utara Gaza, Ahmad Al Ghandour, terbunuh,” ungkap surat kabar itu.
Laporan itu mencatat, “Penyelidikan menunjukkan pada saat serangan itu terjadi, IDF tidak mengetahui keberadaan sandera di kawasan tersebut. Selain itu, pasukan yang menemukan mayat mereka selama penggeledahan di terowongan tidak memiliki informasi intelijen sebelumnya tentang keberadaan mereka.”
Jerusalem Post melaporkan, “Perwakilan IDF tiba di keluarga tentara yang diculik, Sersan Ron Sherman dan Kopral Nick Beiser, untuk memberi tahu mereka tentang temuan mengenai kematian mereka di penawanan Hamas pada Selasa malam.”
Surat kabar tersebut melaporkan tentara Israel mengambil jenazah mereka dari terowongan Al-Qassam di kamp Jabalya pada tanggal 14 Desember 2023.
“Di dekat tempat mayat-mayat itu ditemukan, IDF menyerang satu terowongan di mana komandan divisi utara Gaza, Ahmad Al Ghandour, terbunuh,” ungkap surat kabar itu.
Laporan itu mencatat, “Penyelidikan menunjukkan pada saat serangan itu terjadi, IDF tidak mengetahui keberadaan sandera di kawasan tersebut. Selain itu, pasukan yang menemukan mayat mereka selama penggeledahan di terowongan tidak memiliki informasi intelijen sebelumnya tentang keberadaan mereka.”
Lihat Juga :