Siapa El Hadj Ahmed Ben Brahim? Raja Narkoba yang Dijuluki Pablo Escobar dari Gurun Sahara
Rabu, 10 Januari 2024 - 11:11 WIB
loading...
A
A
A
Untuk saat ini, hanya dua nama kaki tangan yang terungkap: Said Naciri, ketua Dewan Kota Casablanca dan Presiden Wydad AC, klub sepak bola tertua di Maroko, dan Abdenebi Biioui, Presiden wilayah Oriental (Oujda) dan a pemain kuat dalam industri infrastruktur negara.
Kedua tokoh tersebut berafiliasi dengan Partai Modernitas dan Keaslian (PAM), sebuah partai mayoritas dalam koalisi yang membentuk pemerintahan Maroko saat ini.
Sebagai reaksinya, Abdellatif Ouahbi, kepala PAM dan menteri kehakiman Maroko, mengajukan pengunduran dirinya ke biro politik, dengan memikul "tanggung jawab politik", namun ditolak, menurut Maroc Diplomatic.
Sementara itu, sumber dari partai mengatakan Ouahbi bertekad untuk menuntut semua platform yang mencoba menggambarkan partainya sebagai pelindung dan sponsor narkoba.
“Ada entitas yang mengeksploitasi file tersebut untuk melemahkan partai. Bisa jadi dari oposisi atau sekutu,” kata sumber dari PAM kepada media lokal Hespress.
Desember lalu, Biioui, Naciri, dan 18 orang lainnya ditangkap dan dipindahkan ke penjara Oukacha di Casablanca. Empat tersangka lainnya diadili saat berada dalam kebebasan sementara.
Bagi banyak warga Maroko, kasus ini lebih dari sekedar jaringan narkoba yang berubah menjadi balas dendam politik. Kasus ini menumbuhkan ketidakpercayaan baru terhadap politisi dengan posisi berpengaruh di kerajaan yang, jika terbukti bersalah, dapat mengancam keamanan Maroko.
Kedua tokoh tersebut berafiliasi dengan Partai Modernitas dan Keaslian (PAM), sebuah partai mayoritas dalam koalisi yang membentuk pemerintahan Maroko saat ini.
Sebagai reaksinya, Abdellatif Ouahbi, kepala PAM dan menteri kehakiman Maroko, mengajukan pengunduran dirinya ke biro politik, dengan memikul "tanggung jawab politik", namun ditolak, menurut Maroc Diplomatic.
Sementara itu, sumber dari partai mengatakan Ouahbi bertekad untuk menuntut semua platform yang mencoba menggambarkan partainya sebagai pelindung dan sponsor narkoba.
“Ada entitas yang mengeksploitasi file tersebut untuk melemahkan partai. Bisa jadi dari oposisi atau sekutu,” kata sumber dari PAM kepada media lokal Hespress.
Desember lalu, Biioui, Naciri, dan 18 orang lainnya ditangkap dan dipindahkan ke penjara Oukacha di Casablanca. Empat tersangka lainnya diadili saat berada dalam kebebasan sementara.
Bagi banyak warga Maroko, kasus ini lebih dari sekedar jaringan narkoba yang berubah menjadi balas dendam politik. Kasus ini menumbuhkan ketidakpercayaan baru terhadap politisi dengan posisi berpengaruh di kerajaan yang, jika terbukti bersalah, dapat mengancam keamanan Maroko.
(ahm)
Lihat Juga :