Siapa Pengacara yang Mewakili Afrika Selatan dalam Kasus Genosida di Mahkamah Internasional?
Minggu, 07 Januari 2024 - 18:18 WIB
loading...
A
A
A
Dia sebelumnya mengatakan bahwa apartheid yang dilakukan Israel terhadap warga Palestina dalam beberapa hal lebih buruk dibandingkan yang dilakukan terhadap warga kulit hitam di Afrika Selatan pada abad ke-20.
Ia telah menulis beberapa buku, termasuk Confronting Apartheid: A Personal History of South Africa, Namibia and Palestine.
Dia adalah salah satu pendiri dan direktur litigasi di Section27, "sebuah pusat hukum kepentingan publik yang mengadvokasi akses terhadap layanan kesehatan dan pendidikan dasar".
Dia juga ikut mendirikan organisasi anti-korupsi Corruption Watch yang "bertujuan untuk memantau dan mengungkap tindakan korupsi yang melibatkan sumber daya publik dan menyumbangkan sumber daya amal di Afrika Selatan", dan menjabat sebagai dewan direksi tersebut.
Pria berusia 47 tahun ini telah menulis buku tentang hukum pertanahan dan reformasi pertanahan di Afrika Selatan.
Du Plessis adalah pengacara dan profesor hukum di Universitas KwaZulu-Natal di Durban, Afrika Selatan.
Ia telah menulis beberapa buku, termasuk Confronting Apartheid: A Personal History of South Africa, Namibia and Palestine.
2. Adila Hassim
Warga Afrika Selatan ini telah berpraktek hukum selama dua dekade, dan juga menjabat sebagai penjabat hakim.Dia adalah salah satu pendiri dan direktur litigasi di Section27, "sebuah pusat hukum kepentingan publik yang mengadvokasi akses terhadap layanan kesehatan dan pendidikan dasar".
Dia juga ikut mendirikan organisasi anti-korupsi Corruption Watch yang "bertujuan untuk memantau dan mengungkap tindakan korupsi yang melibatkan sumber daya publik dan menyumbangkan sumber daya amal di Afrika Selatan", dan menjabat sebagai dewan direksi tersebut.
3. Tembeka Ngcukaitobi
Ngcukaitobi adalah seorang pengacara dan sarjana hukum Afrika Selatan yang menjadi terkenal dalam kasus-kasus yang membantu menjatuhkan Presiden Afrika Selatan Jacob Zuma, yang dituduh melakukan korupsi skala besar.Pria berusia 47 tahun ini telah menulis buku tentang hukum pertanahan dan reformasi pertanahan di Afrika Selatan.
Du Plessis adalah pengacara dan profesor hukum di Universitas KwaZulu-Natal di Durban, Afrika Selatan.
Lihat Juga :