AS dan Korsel Disebut Latihan Penggal Kepala Pemimpin Korut Kim Jong-un
Jum'at, 05 Januari 2024 - 16:15 WIB
loading...
A
A
A
Koo lebih lanjut menunjukkan meskipun perang nuklir dapat dicegah, Amerika Serikat terbukti tidak mampu mengamankan suatu negara setelah membunuh pemimpinnya.
“Kita melakukan hal yang sama terhadap (Muammar) Gaddafi di Libya dan kekacauan yang terjadi setelahnya. Meskipun Libya tidak mempunyai senjata nuklir balasan, kita tidak memenangkannya,” tutur dia, mengingat langkah serupa juga diambil pada masa Presiden Irak Saddam Hussein.
“Kita cukup pandai dalam memenggal kepala, tapi kita tidak pandai memulihkan ketertiban sebelum, sesudah, (atau) seluruhnya sama sekali,” pungkas dia.
Memanasnya situasi di semenanjung Korea semakin mengkhawatirkan, saat AS juga terus memasok senjata untuk Ukraina yang berperang melawan Rusia.
Washington juga terus memasok senjata untuk Israel yang melakukan genosida terhadap warga Palestina di Jalur Gaza.
Saat ini Israel telah membunuh lebih dari 22.000 warga Palestina di Jalur Gaza, dengan pasokan senjata sebagian besar dari AS.
“Kita melakukan hal yang sama terhadap (Muammar) Gaddafi di Libya dan kekacauan yang terjadi setelahnya. Meskipun Libya tidak mempunyai senjata nuklir balasan, kita tidak memenangkannya,” tutur dia, mengingat langkah serupa juga diambil pada masa Presiden Irak Saddam Hussein.
“Kita cukup pandai dalam memenggal kepala, tapi kita tidak pandai memulihkan ketertiban sebelum, sesudah, (atau) seluruhnya sama sekali,” pungkas dia.
Memanasnya situasi di semenanjung Korea semakin mengkhawatirkan, saat AS juga terus memasok senjata untuk Ukraina yang berperang melawan Rusia.
Washington juga terus memasok senjata untuk Israel yang melakukan genosida terhadap warga Palestina di Jalur Gaza.
Saat ini Israel telah membunuh lebih dari 22.000 warga Palestina di Jalur Gaza, dengan pasokan senjata sebagian besar dari AS.
(sya)
Lihat Juga :