alexametrics

Rusia Peringatkan AS Untuk Tidak Serangan Basis Militer Suriah

loading...
Rusia Peringatkan AS Untuk Tidak Serangan Basis Militer Suriah
Kepala Staf Umum Rusia Valery Gerasimov menyatakan pihaknya akan merespon dengan keras setiap serangan yang menargetkan basis militer Suriah. Foto/Istimewa
A+ A-
MOSKOW - Kementerian Pertahanan Rusia memperingatkan Amerika Serikat (AS) untuk tidak melakukan serangan terhadap basis militer Suriah. Ini merupakan respon atas ancaman yang ditebar Washington kepada Damaskus beberapa waktu lalu.

Dalam sebuah pernyataan, Kepala Staf Umum Rusia Valery Gerasimov menyatakan pihaknya akan merespon dengan keras setiap serangan yang menargetkan basis militer Suriah. Alasanya, banyak penasihat militer Rusia yang ditempatkan di basis-basis militer itu.

"Ada banyak penasihat militer Rusia, perwakilan dari Center for Reconciliation of Opposing Sides dan tentara Rusia di Damaskus dan di fasilitas pertahanan Suriah," kata Gerasimov, seperti dilansir Russia Today pada Selasa (13/3).

Sebelumnya, Menteri Pertahanan AS, Jim Mattis memperingatkan pemerintah Suriah mengenai penggunaan senjata kimia dalam perang saudara di negara tersebut. Suriah diduga telah melakukan sejumlah serangan kimia dalam serangan terhadap basis pemberontak di negara tersebut.

Mattis menyatakan sangat tidak bijaksana bagi Damaskus untuk mencoba melakukan serangan dengan menggunakan senjata kimia di Ghouta Timur dan memperingatkan bahwa akan merespon dengan keras serangan semacam itu.

"Akan sangat tidak bijaksana bagi mereka untuk menggunakan gas yang bisa digerakkan senjata. Dan menurut saya, Presiden Donald Trump menampilkan dengan sangat jelas di awal pemerintahannya mengenai hal ini," ucap Mattis.

Pada awal April tahun lalu, Trump memerintahkan serangan terhadap basis pemerintah Suriah, sebagai respon atas serangan senjata kimia yang dilakukan Damaskus.
(esn)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak