Peringatan 750 Tahun Meninggalnya Jalaludin Rumi, Erdogan Serukan Membela Kaum Tertindas
Senin, 18 Desember 2023 - 08:58 WIB
loading...
Jalaludin Rumi selalu mengajarkan membela kaum tertindas. Foto/Anadolu
A
A
A
ANKARA - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menekankan pentingnya toleransi dan “berdiri bersama mereka yang tertindas” dalam sebuah pesan untuk memperingati penyair, mistikus, dan cendekiawan Muslim terkemuka abad ke-13, Jalaludin Rumi.
Dalam pesannya, yang menandai peringatan 750 tahun meninggalnya Rumi, yang lebih dikenal di Barat hanya sebagai Rumi, Erdogan mengatakan: “Mengikuti jejak Rumi, kami akan terus mendukung mereka yang tertindas dan menjadi korban terlepas dari apa pun penderitaan mereka. agama, asal usul, warna kulit atau identitas.”
Baca Juga: Israel Berencana Bangun Tembok Anti-terowongan di Perbatasan Mesir dan Gaza
"Menyebut Rumi sebagai salah satu pilar geografi dan peradaban kita,” kata Erdogan. Dia menambahkan warga Turki mengenang dengan penuh rasa syukur para martir yang memberikan nyawa mereka untuk adzan, tanah air, bendera, kemerdekaan dan masa depan, dan salut kepada para veteran yang heroik atas nama bangsa.
Erdogan juga mengatakan bahwa dunia “membutuhkan lebih dari sebelumnya” empati dan toleransi yang dijunjung Rumi, terutama dalam menghadapi agresi Israel yang sedang berlangsung, yang telah merenggut hampir 20.000 nyawa di Gaza sejak 7 Oktober, kebanyakan dari mereka adalah perempuan dan anak-anak.
Mengatakan bahwa Turki akan melanjutkan upayanya untuk memastikan “pejabat Israel diadili,” ia menambahkan, “Kami dengan susah payah mengikuti kebrutalan, pembantaian dan barbarisme yang terjadi di Gaza dan wilayah pendudukan Palestina sejak 7 Oktober."
“Pemerintahan Israel, yang mendapat dukungan tanpa syarat dari beberapa negara, terus menumpahkan darah, mengambil nyawa, dan membunuh anak-anak dengan terus meningkatkan tingkat penindasan. Lembaga-lembaga internasional, yang tugasnya menjamin perdamaian dan keamanan, tidak mengambil langkah apa pun dalam menghadapi tangisan rakyat tertindas di Gaza,” tambah Erdogan.
Dalam pesannya, yang menandai peringatan 750 tahun meninggalnya Rumi, yang lebih dikenal di Barat hanya sebagai Rumi, Erdogan mengatakan: “Mengikuti jejak Rumi, kami akan terus mendukung mereka yang tertindas dan menjadi korban terlepas dari apa pun penderitaan mereka. agama, asal usul, warna kulit atau identitas.”
Baca Juga: Israel Berencana Bangun Tembok Anti-terowongan di Perbatasan Mesir dan Gaza
"Menyebut Rumi sebagai salah satu pilar geografi dan peradaban kita,” kata Erdogan. Dia menambahkan warga Turki mengenang dengan penuh rasa syukur para martir yang memberikan nyawa mereka untuk adzan, tanah air, bendera, kemerdekaan dan masa depan, dan salut kepada para veteran yang heroik atas nama bangsa.
Erdogan juga mengatakan bahwa dunia “membutuhkan lebih dari sebelumnya” empati dan toleransi yang dijunjung Rumi, terutama dalam menghadapi agresi Israel yang sedang berlangsung, yang telah merenggut hampir 20.000 nyawa di Gaza sejak 7 Oktober, kebanyakan dari mereka adalah perempuan dan anak-anak.
Mengatakan bahwa Turki akan melanjutkan upayanya untuk memastikan “pejabat Israel diadili,” ia menambahkan, “Kami dengan susah payah mengikuti kebrutalan, pembantaian dan barbarisme yang terjadi di Gaza dan wilayah pendudukan Palestina sejak 7 Oktober."
“Pemerintahan Israel, yang mendapat dukungan tanpa syarat dari beberapa negara, terus menumpahkan darah, mengambil nyawa, dan membunuh anak-anak dengan terus meningkatkan tingkat penindasan. Lembaga-lembaga internasional, yang tugasnya menjamin perdamaian dan keamanan, tidak mengambil langkah apa pun dalam menghadapi tangisan rakyat tertindas di Gaza,” tambah Erdogan.
Lihat Juga :