Panglima Militer Israel Jenderal Halevi: Kami Gagal, Saya Bertanggung Jawab...
Minggu, 17 Desember 2023 - 10:16 WIB
loading...
A
A
A
“Kami gagal dalam kasus ini. Kami merasakan duka mendalam dari keluarga atas kematian para sandera,” lanjut Halevi.
“IDF, dan saya sebagai komandannya, bertanggung jawab atas apa yang terjadi, dan kami akan melakukan segalanya untuk mencegah terulangnya kasus serupa dalam kelanjutan pertempuran," imbuh sang jenderal.
“Saya mencoba menempatkan diri saya sebagai pemimpin tentara di Shujaiya, setelah berhari-hari pertempuran sengit, pertemuan jarak dekat, pertemuan dengan 'teroris' berpakaian sipil, yang datang dengan berbagai cara yang menipu. Harus waspada dan siap menghadapi ancaman apa pun,” katanya.
“Keputusan sepersekian detik dapat [mengakibatkan] hidup atau mati,” imbuh Halevi.
Dia menambahkan, “ketiga sandera melakukan segalanya agar kami mengerti [bahwa mereka tidak menimbulkan ancaman]: Mereka bergerak tanpa mengenakan baju sehingga kami tidak mencurigai mereka membawa bom di tubuh mereka, dan memegang kain putih agar tidak ada ancaman. kami akan mengerti.”
Dia menegaskan ada pelanggaran aturan oleh tentara IDF dalam insiden tragis dan menyakitkan ini.
“Penembakan terhadap para sandera dilakukan bertentangan dengan peraturan baku tembak. Dilarang menembaki orang yang mengibarkan bendera putih dan meminta menyerah. Namun penembakan ini dilakukan selama pertempuran dan di bawah tekanan,” kata Halevi.
“IDF, dan saya sebagai komandannya, bertanggung jawab atas apa yang terjadi, dan kami akan melakukan segalanya untuk mencegah terulangnya kasus serupa dalam kelanjutan pertempuran," imbuh sang jenderal.
“Saya mencoba menempatkan diri saya sebagai pemimpin tentara di Shujaiya, setelah berhari-hari pertempuran sengit, pertemuan jarak dekat, pertemuan dengan 'teroris' berpakaian sipil, yang datang dengan berbagai cara yang menipu. Harus waspada dan siap menghadapi ancaman apa pun,” katanya.
“Keputusan sepersekian detik dapat [mengakibatkan] hidup atau mati,” imbuh Halevi.
Dia menambahkan, “ketiga sandera melakukan segalanya agar kami mengerti [bahwa mereka tidak menimbulkan ancaman]: Mereka bergerak tanpa mengenakan baju sehingga kami tidak mencurigai mereka membawa bom di tubuh mereka, dan memegang kain putih agar tidak ada ancaman. kami akan mengerti.”
Dia menegaskan ada pelanggaran aturan oleh tentara IDF dalam insiden tragis dan menyakitkan ini.
“Penembakan terhadap para sandera dilakukan bertentangan dengan peraturan baku tembak. Dilarang menembaki orang yang mengibarkan bendera putih dan meminta menyerah. Namun penembakan ini dilakukan selama pertempuran dan di bawah tekanan,” kata Halevi.
Lihat Juga :