Rusia Curiga AS Ingin Bentuk Negara Palestina Proktektorat, Apa Itu?

Kamis, 14 Desember 2023 - 09:45 WIB
loading...
Rusia Curiga AS Ingin...
Rusia curiga AS ingin bentuk Negara Palestina dengan sistem protektorat. Foto/REUTERS
A A A
MOSKOW - Rusia telah mencurigai pemerintah Amerika Serikat (AS) ingin membentuk Negara Palestina dengan sistem protektorat jika Israel mengalahkan Hamas dalam perang di Gaza.

Jika benar terjadi, Palestina nantinya tak ubahnya seperti wilayah otonomi yang dikontrol negara lain.

Kecurigaan Rusia disampaikan Menteri Luar Negeri Sergey Larvov. "AS saat ini sedang mempertimbangkan skema untuk menyelesaikan masalah Palestina dengan menciptakan semacam protektorat," kata Lavrov, yang dilansir RT pada Kamis (14/12/2023).

Baca Juga: Brigade al-Qassam Bantai 10 Tentara Israel, Jadikan Gaza Kuburan bagi Penjajah

Menurutnya, itu bisa dilakukan di bawah kepemimpinan negara-negara Arab yang tidak membutuhkan hal tersebut, atau di bawah naungan PBB.

"Jelaslah bahwa Washington—sendiri atau bersama sekutunya—tidak dapat secara diam-diam menyusun konsep Negara Palestina yang berkelanjutan dan dapat dijalankan,” papar Lavrov.

“Bahkan jika mereka berhasil menemukan sesuatu, hal itu tidak akan bertahan lama, dan tidak akan membawa perdamaian dan kemakmuran bagi Palestina atau Israel," lanjut dia.

Menurut hukum internasional, protektorat adalah negara atau wilayah yang dikontrol, bukan dimiliki, oleh negara lain yang lebih kuat.

Sebuah protektorat biasanya berstatus otonomi dan berwenang mengurus masalah dalam negeri. Pemimpin pribumi biasanya diperbolehkan untuk memegang jabatan kepala negara, walaupun hanya sebatas nominal saja.

Negara pengontrol mengurus hubungan luar negeri dan pertahanan protektoratnya, seperti yang tertulis dalam perjanjian. Singkat kata, protektorat merupakan salah satu jenis wilayah dependensi.

Masih menurut Lavrov, perdamaian berkelanjutan di Timur Tengah hanya dapat dicapai setelah terbentuknya Negara Palestina secara penuh.

Berbicara pada hari Rabu di Dewan Federasi—majelis tinggi Parlemen Rusia—,Lavrov menekankan bahwa Moskow melakukan segala yang bisa dilakukan untuk menghentikan perang Israel di Gaza.

Namun, Lavrov mencatat bahwa Rusia tidak akan menyetujui kesepakatan penyelesaian Timur Tengah yang “tidak melibatkan pembentukan Palestina.”

"Krisis di kawasan ini hanya dapat diselesaikan jika Palestina bersatu dan mandiri tercipta sesuai dengan resolusi Dewan Keamanan PBB," imbuh dia.

"Ini berarti Palestina harus memiliki perbatasan yang serupa dengan perbatasan tahun 1967 dan hidup berdampingan dengan Israel dalam perdamaian, keamanan, dan hubungan bertetangga yang baik,” kata Lavrov.

Namun diplomat tersebut mengakui bahwa prospek tersebut “masih sangat jauh", sambil berargumentasi bahwa Israel dan Barat menentang solusi yang masuk akal.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Anggap Turki...
Israel Anggap Turki Lebih Berbahaya Dibandingkan Iran
Trump Kecam Pemungutan...
Trump Kecam Pemungutan Suara Senat untuk Batasi Kewenangannya dalam Perang Iran
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Senat AS Sahkan Resolusi...
Senat AS Sahkan Resolusi Penghentian Perang Iran, Pukulan Telak bagi Trump
Trump Ungkap Dana Iran...
Trump Ungkap Dana Iran yang Dilepaskan akan Digunakan untuk Beli Barang-barang AS
Trump: Produsen Mobil...
Trump: Produsen Mobil AS Bisa Produksi Rudal
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
Tok! Senat AS Sahkan...
Tok! Senat AS Sahkan Resolusi Hentikan Perang Lawan Iran
Rekomendasi
Prabowo Pakai Peci Karanji...
Prabowo Pakai Peci Karanji Hadiri Pekan Petani dan Nelayan di Gorontalo
60 Ribu Guru Dipanggil...
60 Ribu Guru Dipanggil PPG 2026 Tahap 2, Ini Tahapan dan Dokumen yang Wajib Disiapkan
Kelakar Prabowo soal...
Kelakar Prabowo soal Nama Panglima TNI dan Kapolri: Susah Diganti
Berita Terkini
Israel Anggap Turki...
Israel Anggap Turki Lebih Berbahaya Dibandingkan Iran
Trump Kecam Pemungutan...
Trump Kecam Pemungutan Suara Senat untuk Batasi Kewenangannya dalam Perang Iran
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Senat AS Sahkan Resolusi...
Senat AS Sahkan Resolusi Penghentian Perang Iran, Pukulan Telak bagi Trump
Trump Ungkap Dana Iran...
Trump Ungkap Dana Iran yang Dilepaskan akan Digunakan untuk Beli Barang-barang AS
Pertama Kali, Dokter...
Pertama Kali, Dokter Belanda Suntik Mati Seorang Anak di Bawah Usia 12 Tahun
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved