Pakar Israel Ledek Militer Zionis, Sebut Gambar Menyerahnya Pasukan Elite Hamas Palsu
Selasa, 12 Desember 2023 - 00:40 WIB
loading...
A
A
A
Goldberg, pakar di Interdisciplinary Centre- Herzliya, memaparkan kritiknya dalam serangkaian posting-an di X.
“Setelah adanya laporan mengenai teroris yang menyerahkan diri, ternyata mereka adalah kelompok pria yang ditangkap dan dibawa dari kompleks tempat ratusan orang warga Gaza bersama-sama mencari perlindungan,” tulis Goldberg, merujuk pada kelompok warga Palestina yang mencari perlindungan untuk menghindari pengeboman oleh tentara pendudukan Israel, seperti dikutip dari Middle East Monitor, Selasa (12/12/2023).
“Untuk memenangkan perang gerilya, Anda memerlukan tujuan dan panduan politik yang jelas. Jika tidak, perang akan terpecah menjadi insiden-insiden, ledakan-ledakan, operasi-operasi, dan penyerangan-penyerangan yang tiada habisnya dan tidak dapat diambil keputusan secara bersama-sama. IDF [Pasukan Pertahanan Israel] dapat berperang selama 18 tahun di Gaza, seperti halnya di Lebanon, dan perang tidak akan berakhir sampai eselon politik menyerukan diakhirinya perang tersebut. Tidak ada tujuan yang jelas dan tidak ada pedoman yang jelas,” lanjut Goldberg.
Dalam salah satu video, seorang pria lanjut usia terlihat mengikuti instruksi tentara pendudukan Israel yang mengarahkannya ke mana harus pergi dan ke mana harus meletakkan senjata yang dipegangnya.
Pria itu ditelanjangi hingga celana dalamnya. Mengomentari sebuah gambar tersebut, jurnalis militer di situs MAKO, Hai Levy, berkata: “Anda dapat menganggapnya sebagai prajurit elite jika Anda menganggap saya seekor katak.”
Para pakar dan komentator Israel lainnya mempertanyakan bagaimana para pria Palestina itu ditelanjangi hingga hanya mengenakan pakaian dalam sebelum senjata mereka diambil. Ada juga yang mengatakan gambar-gambar tersebut membawa “aib” bagi Israel karena jelas-jelas palsu.
“Setelah adanya laporan mengenai teroris yang menyerahkan diri, ternyata mereka adalah kelompok pria yang ditangkap dan dibawa dari kompleks tempat ratusan orang warga Gaza bersama-sama mencari perlindungan,” tulis Goldberg, merujuk pada kelompok warga Palestina yang mencari perlindungan untuk menghindari pengeboman oleh tentara pendudukan Israel, seperti dikutip dari Middle East Monitor, Selasa (12/12/2023).
“Untuk memenangkan perang gerilya, Anda memerlukan tujuan dan panduan politik yang jelas. Jika tidak, perang akan terpecah menjadi insiden-insiden, ledakan-ledakan, operasi-operasi, dan penyerangan-penyerangan yang tiada habisnya dan tidak dapat diambil keputusan secara bersama-sama. IDF [Pasukan Pertahanan Israel] dapat berperang selama 18 tahun di Gaza, seperti halnya di Lebanon, dan perang tidak akan berakhir sampai eselon politik menyerukan diakhirinya perang tersebut. Tidak ada tujuan yang jelas dan tidak ada pedoman yang jelas,” lanjut Goldberg.
Dalam salah satu video, seorang pria lanjut usia terlihat mengikuti instruksi tentara pendudukan Israel yang mengarahkannya ke mana harus pergi dan ke mana harus meletakkan senjata yang dipegangnya.
Pria itu ditelanjangi hingga celana dalamnya. Mengomentari sebuah gambar tersebut, jurnalis militer di situs MAKO, Hai Levy, berkata: “Anda dapat menganggapnya sebagai prajurit elite jika Anda menganggap saya seekor katak.”
Para pakar dan komentator Israel lainnya mempertanyakan bagaimana para pria Palestina itu ditelanjangi hingga hanya mengenakan pakaian dalam sebelum senjata mereka diambil. Ada juga yang mengatakan gambar-gambar tersebut membawa “aib” bagi Israel karena jelas-jelas palsu.
Lihat Juga :