Kilas Balik Bagaimana David Ben-Gurion Mendirikan Negara Israel
Minggu, 10 Desember 2023 - 11:16 WIB
loading...
A
A
A
Ia tetap tinggal di Yerusalem sambil menunggu deportasi ke Mesir tahun 1915. Pada Perang Dunia I, ia juga dideportasi ke Ottoman menuju New York, lalu menikah dengan Paula Monbesz, sesama Zionis. Setelah bebas dari deportasi, Ben-Gurion kembali ke Timur Tengah dan bergabung dalam perang melawan Dinasti Utsmaniyah untuk pembebasan Palestina.
Setelah bangsa Turki Ottoman digulingkan, Ben-Gurion menyerukan pada orang-orang Yahudi untuk bermigrasi ke Palestina. Di sana, pada 1935, Ben-Gurion mengemban jabatan sebagai ketua eksekutif Zionis, hingga peradaban Yahudi mulai berkembang.
Pada Perang Dunia II tahun 1942, Ben-Gurion dan beberapa rekannya berkumpul untuk memutuskan pendirian negara Yahudi di Palestina. Kemudian pada Mei 1948, atas persetujuan Majelis Umum PBB, Amerika Serikat, dan Uni Soviet, terbentuklah negara Israel.
Pada tanggal 14 Mei 1948, Ben-Gurion mendeklarasikan berdirinya negara Israel. Ben-Gurion menjadi perdana menteri pertama pada tahun 1948-1955, sekaligus menjadi menteri pertahanan di tahun yang sama.
Deklarasi ini disambut dengan perang oleh negara-negara Arab tetangga. Di bawah kepemimpinannya, Israel berhasil mempertahankan diri dalam perang ini dan berdiri sebagai negara merdeka. Israel menanggapi agresif terhadap serangan gerilya Arab dan menyerbu Mesir bersama Inggris dan Prancis pada 1956.
Setelah bangsa Turki Ottoman digulingkan, Ben-Gurion menyerukan pada orang-orang Yahudi untuk bermigrasi ke Palestina. Di sana, pada 1935, Ben-Gurion mengemban jabatan sebagai ketua eksekutif Zionis, hingga peradaban Yahudi mulai berkembang.
Pada Perang Dunia II tahun 1942, Ben-Gurion dan beberapa rekannya berkumpul untuk memutuskan pendirian negara Yahudi di Palestina. Kemudian pada Mei 1948, atas persetujuan Majelis Umum PBB, Amerika Serikat, dan Uni Soviet, terbentuklah negara Israel.
Pada tanggal 14 Mei 1948, Ben-Gurion mendeklarasikan berdirinya negara Israel. Ben-Gurion menjadi perdana menteri pertama pada tahun 1948-1955, sekaligus menjadi menteri pertahanan di tahun yang sama.
Deklarasi ini disambut dengan perang oleh negara-negara Arab tetangga. Di bawah kepemimpinannya, Israel berhasil mempertahankan diri dalam perang ini dan berdiri sebagai negara merdeka. Israel menanggapi agresif terhadap serangan gerilya Arab dan menyerbu Mesir bersama Inggris dan Prancis pada 1956.
Lihat Juga :