Mengenal Gerakan Boikot, Divestasi, dan Sanksi yang Membuat Israel Ketakutan

Selasa, 05 Desember 2023 - 11:29 WIB
loading...
A A A
Lantaran jadi target, rezim Zionis dan pendukungnya menuduh gerakan BDS sebagai gerakan anti-Israel yang bertujuan untuk menghancurkan negara Yahudi tersebut.

Ketakutan dengan gerakan ini, pemerintah Israel telah mengambil langkah-langkah untuk melawannya, termasuk melarang demonstrasi BDS di Israel dan membatasi kegiatan organisasi-organisasi BDS.

Meskipun menghadapi tantangan dari pemerintah Israel, gerakan BDS tetap menjadi gerakan yang kuat. Gerakan ini terus berupaya untuk menekan Israel untuk mengakhiri pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukannya di Palestina.

Dampak Buruk Gerakan BDS terhadap Ekonomi Israel


Gerakan BDS telah membantu meningkatkan kesadaran masyarakat internasional tentang pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan Israel di Palestina. Hal ini telah mendorong beberapa perusahaan internasional untuk menarik investasinya dari Israel.

Misalnya, pada tahun 2015, perusahaan elektronik asal Swedia; Ericsson, mengumumkan bahwa mereka akan menarik investasinya dari perusahaan Israel; Elbit Systems, yang memproduksi peralatan militer untuk digunakan dalam pendudukan Israel di Palestina.

Gerakan BDS juga telah mendorong pemerintah-pemerintah di dunia untuk menerapkan sanksi terhadap Israel. Misalnya, pada tahun 2017, Dewan Eropa mengadopsi resolusi yang menyerukan boikot terhadap produk-produk Israel yang berasal dari wilayah pendudukan.

Pada tahun 2014, perusahaan perhiasan asal Israel; Ahava, mengumumkan bahwa mereka akan menutup pabriknya di Tepi Barat yang memproduksi produk-produk kecantikan. Hal ini disebabkan oleh boikot terhadap produk perusahaan tersebut oleh gerakan BDS.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon Selatan Meski Ada Kesepakatan AS-Iran
Hamas Sambut Baik Kesepakatan...
Hamas Sambut Baik Kesepakatan AS-Iran, Serukan Penghentian Serangan di Gaza dan Lebanon
Posisi Iran Jadi Pemenang,...
Posisi Iran Jadi Pemenang, Israel Tetap Berstatus Pecundang
Zionis Israel Ratapi...
Zionis Israel Ratapi Kesepakatan Damai AS-Iran: Kami Ditinggalkan Sendirian!
Presiden Mahmoud Abbas:...
Presiden Mahmoud Abbas: Pilpres Palestina Digelar Awal 2027
AS dan Iran Sepakat...
AS dan Iran Sepakat Damai, Netanyahu Jadi Sasaran Kemarahan Warga Israel
Siaga di Selat Hormuz,...
Siaga di Selat Hormuz, AS Gunakan Perahu Canggih Tanpa Awak
Trump Sebut Kesepakatan...
Trump Sebut Kesepakatan Damai dengan Iran Akan Ditandatangani pada Minggu, Ini Respons Teheran
Restoran Pizza Hut Dijual...
Restoran Pizza Hut Dijual Rp47,8 Triliun, Ini Pemilik Barunya
Rekomendasi
Asabri Gandeng 119 RS...
Asabri Gandeng 119 RS TNI Perluas Akses Jaminan Sosial Prajurit
Kelompok Studi Mahasiswa...
Kelompok Studi Mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta Antusias Ikuti Edukasi Pasar Modal dari MNC Sekuritas
Sebaik-baikya Puasa...
Sebaik-baikya Puasa Setelah Ramadan, Ternyata Puasa Muharram!
Berita Terkini
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, MBS: Semua untuk Kepentingan Bersama
Ini Teks Resmi 14 Poin...
Ini Teks Resmi 14 Poin Kesepakatan Damai AS dan Iran
Kesepakatan Iran Mencakup...
Kesepakatan Iran Mencakup Dana Rp5.327 Triliun, Setengahnya Sudah Jadi Komitmen
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved