Efek Serangan Hamas ke Israel 7 Oktober, Anak-anak Muda AS Tertarik Pelajari Al-Qur'an

Rabu, 29 November 2023 - 14:20 WIB
loading...
A A A
“Mereka beralih ke Al-Qur’an untuk memahami ketahanan, keimanan, kekuatan moral, dan karakter luar biasa yang mereka lihat pada warga Muslim Palestina.”

Hal itulah yang membuat Nefertari Moonn (35) asal Tampa, Florida, mengambil Al-Qur'an milik suaminya. Moonn menganggap dirinya spiritual, bukan religius, dan menggambarkan suaminya sebagai seorang Muslim yang tidak taat.

“Saya ingin melihat apa yang membuat orang-orang berseru kepada Allah ketika mereka menghadapi kematian,” katanya.

“Melihat bagian demi bagian selaras dengan saya. Saya mulai memiliki keterikatan emosional padanya.”

Karena itu, Moonn juga memutuskan untuk mengucapkan syahadat, menjadi seorang Muslimah (istilah yang disukai sebagian Muslim untuk bergabung dengan agama Islam).

“Saya tidak bisa menjelaskannya, tapi ada kedamaian yang muncul dari membaca Al-Qur’an,” ujarnya.

“Saya merasa ringan, seperti saya kembali ke sesuatu yang selalu ada dan menunggu saya kembali.”

Misha Euceph, seorang penulis dan pembawa acara podcast Pakistan-Amerika yang mempelajari penafsiran progresif terhadap Al-Qur'an, telah mengadakan seri Instagram "Qur’an Book Club" sendiri sejak tahun 2020. Dia mengatakan bahwa tema-tema tertentu dalam teks Al-Qur'an tersebut sejalan dengan nilai-nilai kaum muda, orang Amerika yang berhaluan kiri.

“Al-Qur’an penuh dengan metafora alam dan mendorong Anda untuk menjadi pecinta lingkungan,” kata Euceph.

“Al-Qur’an juga memiliki sikap anti-konsumeris, yaitu perasaan bahwa kita semua adalah penjaga bumi yang tidak boleh menjalin hubungan yang eksploitatif dengan dunia atau sesama manusia.”

Dalam Al-Qur'an, laki-laki dan perempuan setara di mata Tuhan, dan Rice serta para mualaf pengguna TikTok lainnya mengatakan bahwa penafsiran mereka terhadap teks tersebut mendukung prinsip feminis mereka. Kitab ini juga membahas penjelasan ilmiah tentang penciptaan, dengan ayat-ayatnya yang membahas tentang Big Bang dan teori-teori lainnya.

“Biasanya, kita sudah terbiasa dengan komunitas agama yang menentang ilmu pengetahuan,” kata Rice. “Sekarang saya melihat sebuah agama merangkul sains dan menggunakan kitab sucinya untuk mendukungnya.”

Sylvia Chan-Malik berada di sekolah pascasarjana setelah serangan 9/11 di tengah meningkatnya kejahatan kebencian terhadap Muslim dan bahasa xenofobia yang digunakan di media. “Saya sangat tertarik dengan apa yang sedang terjadi, membandingkannya dengan sejarah orang Jepang-Amerika setelah Pearl Harbor,” katanya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Ejek AS Ngotot...
Iran Ejek AS Ngotot Terapkan Tarif di Selat Hormuz: Biaya 20% Trump Terlalu Mahal
AS Lancarkan Lebih Banyak...
AS Lancarkan Lebih Banyak Serangan ke Iran, Trump Kembali Blokade Selat Hormuz
Pertama Kali, Pasukan...
Pertama Kali, Pasukan AS Serang Pangkalan Angkatan Laut Iran dengan Drone Laut
Trump Akan Palaki Kapal...
Trump Akan Palaki Kapal yang Lewat Selat Hormuz, Bagaimana Aturan Hukum Internasional?
Norwegia Diam-diam Gunakan...
Norwegia Diam-diam Gunakan Pengaruhnya untuk Dorong Penangguhan Israel dari FIFA
TV Iran Rayakan Kematian...
TV Iran Rayakan Kematian Mendadak Senator AS Pro-Israel: 'Dikirim ke Neraka'
AS Terapkan Blokade...
AS Terapkan Blokade Baru di Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Melonjak 9%
Pentagon Rilis Lebih...
Pentagon Rilis Lebih Banyak Dokumen Terkait UFO, di Antaranya Laporan Militer
Trump Sebut AS Akan...
Trump Sebut AS Akan Ambil Alih Selat Hormuz, Bakal Pungut Bayaran
Rekomendasi
Pramono Minta Tarif...
Pramono Minta Tarif LRT Pegangsaan Dua-Manggarai Harus Terjangkau Masyarakat
Prabowo Panggil Luhut...
Prabowo Panggil Luhut hingga Chatib Basri di Hambalang, Bahas Apa?
Lima Akomodasi di Bali...
Lima Akomodasi di Bali Ini Ramah Lingkungan, Hadirkan Sajian Organik hingga Wellness Retreat
Berita Terkini
Iran Ejek AS Ngotot...
Iran Ejek AS Ngotot Terapkan Tarif di Selat Hormuz: Biaya 20% Trump Terlalu Mahal
AS Lancarkan Lebih Banyak...
AS Lancarkan Lebih Banyak Serangan ke Iran, Trump Kembali Blokade Selat Hormuz
Seiring Perang, Ekspor...
Seiring Perang, Ekspor Minyak Iran Tembus 80 Juta Barel dalam Waktu Kurang dari Sebulan
Eks Presiden Iran Ahmadinejad...
Eks Presiden Iran Ahmadinejad Sangkal Laporan Agen Mossad Ingin Merekrutnya
Pertahanan Udara Arab...
Pertahanan Udara Arab Saudi Cegat Rudal Balistik Houthi
Pertama Kali, Pasukan...
Pertama Kali, Pasukan AS Serang Pangkalan Angkatan Laut Iran dengan Drone Laut
Infografis
Presiden AS Donald Trump...
Presiden AS Donald Trump Kecam Serangan India ke Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved