Korut Pindahkan Senjata Berat ke Perbatasan dengan Korsel
Selasa, 28 November 2023 - 01:18 WIB
loading...
Sebuah foto memperlihatkan tentara Korut membangun pos penjagaan di perbatasan dengan Korsel. Foto/The Guardian
A
A
A
SEOU - Kementerian Pertahanan Korea Selatan (Korsel) mengatakan Korea Utara (Korut) telah mulai membangun kembali pos-pos penjagaan dan menempatkan senjata berat di sepanjang perbatasannya dengan Korsel. Itu dilakukan setelah negara-negara tersebut menarik diri dari perjanjian pembangunan kepercayaan yang dirancang untuk mencegah perang.
Laporan media mengutip militer Korea Selatan yang mengatakan bahwa mereka telah mendeteksi pasukan dari Korut sedang memperbaiki pos penjagaan yang disamarkan yang telah dihancurkan oleh rezim tersebut sebagai bagian dari perjanjian militer komprehensif pada tahun 2018 yang dirancang untuk menurunkan risiko konfrontasi di sepanjang zona demiliterisasi bersenjata lengkap (DMZ).
Militer Korsel mengatakan tentara Korut terlihat menggali parit di lokasi sepanjang perbatasan dan rezim telah mengirimkan senjata berat ke daerah tersebut.
DMZ telah memecah belah kedua negara sejak berakhirnya perang Korea tahun 1950-1953 dan dipandang sebagai titik konflik potensial dalam konflik antar-Korea di masa depan.
Baca Juga: Sukses Luncurkan Satelit Mata-mata, Kim Jong-un Cek Foto Target Musuh
Kedua negara bertetangga tersebut telah membongkar atau melucuti 11 pos penjagaan sebagai bagian dari perjanjian tahun 2018, namun kedua belah pihak tampaknya siap untuk membatalkan perjanjian tersebut setelah meningkatnya ketegangan baru-baru ini yang dipicu oleh peluncuran satelit mata-mata Korut pada Selasa lalu yang bertentangan dengan sanksi PBB.
Laporan media mengutip militer Korea Selatan yang mengatakan bahwa mereka telah mendeteksi pasukan dari Korut sedang memperbaiki pos penjagaan yang disamarkan yang telah dihancurkan oleh rezim tersebut sebagai bagian dari perjanjian militer komprehensif pada tahun 2018 yang dirancang untuk menurunkan risiko konfrontasi di sepanjang zona demiliterisasi bersenjata lengkap (DMZ).
Militer Korsel mengatakan tentara Korut terlihat menggali parit di lokasi sepanjang perbatasan dan rezim telah mengirimkan senjata berat ke daerah tersebut.
DMZ telah memecah belah kedua negara sejak berakhirnya perang Korea tahun 1950-1953 dan dipandang sebagai titik konflik potensial dalam konflik antar-Korea di masa depan.
Baca Juga: Sukses Luncurkan Satelit Mata-mata, Kim Jong-un Cek Foto Target Musuh
Kedua negara bertetangga tersebut telah membongkar atau melucuti 11 pos penjagaan sebagai bagian dari perjanjian tahun 2018, namun kedua belah pihak tampaknya siap untuk membatalkan perjanjian tersebut setelah meningkatnya ketegangan baru-baru ini yang dipicu oleh peluncuran satelit mata-mata Korut pada Selasa lalu yang bertentangan dengan sanksi PBB.
Lihat Juga :