AS Buka Pintu Perundingan jika Korut Stop Kembangkan Senjata Nuklir

Jum'at, 17 November 2017 - 01:25 WIB
AS Buka Pintu Perundingan...
AS Buka Pintu Perundingan jika Korut Stop Kembangkan Senjata Nuklir
A A A
WASHINGTON - Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) James Norman Mattis menyatakan, ada kemungkinan untuk melakukan perundingan antara Washington dan Pyongyang. Namun, syaratnya Korea Utara (Korut) harus berhenti menguji coba dan mengembangkan senjata nuklir dan rudalnya.

”Selama mereka berhenti melakukan pengujian, berhenti mengembangkan, mereka tidak mengekspor senjatanya, akan ada kesempatan untuk melakukan perundingan,” kata Mattis kepada wartawan di sebuah pesawat militer pada hari Kamis, yang dilansir Reuters, Jumat (17/11/2017).

Washington selama ini menegaskan bahwa bahwa semua opsi, termasuk militer, telah berada di atas meja jika berurusan dengan Korut. Namun, pemerintah Presiden Donald Trump telah menekankan pilihannya untuk solusi diplomatik.

Saat mengunjungi Seoul pekan lalu, Presiden Trump memperingatkan Korea Utara bahwa dia siap untuk menggunakan seluruh kekuatan militer Amerika guna menghentikan serangan apapun. Namun, dia juga mendesak Pyongyang untuk membuat kesepakatan.

Sedangkan rezim Pyongyang yang dipimpin Kim Jong-un enggan bernegosiasi, setidaknya sampai negara tersebut berhasil mengembangkan rudal berhulu ledak nuklir yang mampu mencapai daratan AS.

Mattis mengatakan, militer AS sangat memperhatikan mengapa tidak ada peluncuran rudal baru-baru ini oleh rezim Korut. Namun, dia menolak memberikan alasan potensial untuk itu.

Sekutu AS, Korea Selatan, telah menyuarakan kekhawatirannya jika AS nekat meluncurkan agresi terhadap program nuklir dan rudal Korut. Sebab, langkah itu dapat memicu pembalasan dari Pyongyang yang menghancurkan Korea Selatan. Petinggi partai berkuasa Korea Selatan telah memperingatkan Washington untuk tidak meluncurkan serangan militer ke Pyongyang tanpa persetujuan Seoul.

Mattis dalam perjalanan ke Colorado, di mana dia akan mengunjungi Komando Pertahanan Udara Amerika Utara (NORAD), yang bertanggung jawab atas pertahanan tanah air, termasuk melacak dan mencegat rudal Korea Utara.
(mas)
Berita Terkait
Korut Ancam Akhiri Amerika...
Korut Ancam Akhiri Amerika Serikat dengan Senjata Nuklir
Amerika Serikat Prediksi...
Amerika Serikat Prediksi Korea Utara Siap Tes Nuklir Bulan Ini
Korea Utara Gelar Latihan...
Korea Utara Gelar Latihan Serangan Nuklir Taktis
Korea Utara Sebut Perang...
Korea Utara Sebut Perang Nuklir Sudah Dekat
Amerika Serikat Unjuk...
Amerika Serikat Unjuk Kekuatan Nuklir di Tengah Ketegangan Dunia
Digertak 2 Pesawat Pengebom...
Digertak 2 Pesawat Pengebom B-1 Amerika Serikat, Begini Respons Korea Utara
Berita Terkini
10 Danau Terjernih di...
10 Danau Terjernih di Dunia, Nomor 7 dari Indonesia
22 menit yang lalu
Iran Dituding Retas...
Iran Dituding Retas Jaringan Seluler Timur Tengah untuk Lacak Personel AS
4 jam yang lalu
Iran Ejek AS Ngotot...
Iran Ejek AS Ngotot Terapkan Tarif di Selat Hormuz: Biaya 20% Trump Terlalu Mahal
5 jam yang lalu
AS Lancarkan Lebih Banyak...
AS Lancarkan Lebih Banyak Serangan ke Iran, Trump Kembali Blokade Selat Hormuz
6 jam yang lalu
Seiring Perang, Ekspor...
Seiring Perang, Ekspor Minyak Iran Tembus 80 Juta Barel dalam Waktu Kurang dari Sebulan
7 jam yang lalu
Eks Presiden Iran Ahmadinejad...
Eks Presiden Iran Ahmadinejad Sangkal Laporan Agen Mossad Ingin Merekrutnya
8 jam yang lalu
Infografis
3 Senjata Canggih Iran...
3 Senjata Canggih Iran yang Ciptakan Mimpi Buruk bagi AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved