Pengadilan Spanyol Putuskan 8 Pembantu Presiden Catalan Ditahan

Jum'at, 03 November 2017 - 08:57 WIB
Pengadilan Spanyol Putuskan...
Pengadilan Spanyol Putuskan 8 Pembantu Presiden Catalan Ditahan
A A A
MADRID - Pengadilan Spanyol memutuskan untuk menahan sejumlah petinggi pemerintah daerah Catalan. Mereka ditahan untuk kepentingan penyelidikan.

Selain itu, pengadilan Spanyol juga mengeluarkan surat penangkapan untuk pemimpin Catalonia Carles Puigdemont. Puigdemont diketahui telah bersembunyi di Belgia.

Baca juga:
Presiden Catalonia Hendak Ditangkap, 9 Anak Buahnya Bakal Dipenjara


Hakim Carmen Lamela menjatuhkan putusan terhadap wakil pemimpin Catalonia dan tujuh menteri untuk ditahan atas dugaan penghasutan, pemberontakan dan penyalahgunaan dana publik seperti dikutip dari Telegraph, Jumat (3/11/2017).

Saluran televisi menunjukkan gambar van polisi dengan lampu biru berkedip mengatakan bahwa akan membawa para petinggi Catalan itu ke penjara yang berbeda.

Dalam keputusannya, hakim Lamela mengatakan bahwa dia telah memerintahkan penahanan preventif dengan pertimbangan akan melarikan diri.

"Mari kita ingat bahwa beberapa terdakwa telah pergi ke negara lain, menghindari kemungkinan tanggung jawab pidana," tulisnya.

Seorang mantan menteri yang kesembilan, yang mengundurkan diri pada hari Jumat lalu, juga ditahan dalam tahanan namun dibebaskan jika dia membayar uang jaminan USD 58.000.

Menanggapi penahanan terhadap anak buahnya, Puigdemont dari tempat persembunyiannya menyerukan pembebasan para pembantunya. Ia mengatakan bahwa situasi di Catalan bukan urusan internal Spanyol.

"Masyarakat internasional, dan terutama masyarakat Eropa, harus menyadari bahaya yang ditunjukkan oleh sikap ini," katanya.

Sebelumnya sebanyak 20 orang termasuk Puigdemont, Junqueras dan ketua parlemen daerah Catalan telah dipanggil untuk diinterogasi pada hari Kamis.

Sidang audiensi parlemen Catalan dan lima lainnya di Mahkamah Agung ditunda sampai 9 November setelah pengacara mereka meminta lebih banyak waktu untuk mempersiapkan pembelaan mereka.

Puigdemont dan empat pemimpin lainnya yang berada di Belgia tidak menghadiri panggilan itu.
(ian)
Berita Terkait
Mengerikan! Arkeolog...
Mengerikan! Arkeolog Temukan Jejak Kematian Hitam di Catalonia Spanyol
6 Juta Orang Tanpa Akses...
6 Juta Orang Tanpa Akses Air Bersih karena Kekeringan di Catalonia, Spanyol
Wabah Covid-19 Merebak,...
Wabah Covid-19 Merebak, Warga Prancis Diminta Tidak Sambangi Catalonia
5 Fakta 2 Partai Separatis...
5 Fakta 2 Partai Separatis Catalonia yang Mengguncang Politik Spanyol
Guardiola Serukan Publik...
Guardiola Serukan Publik Catalonia Penuhi Stadion untuk Laga Amal Palestina
Hajar Prancis, Begini...
Hajar Prancis, Begini Potret Kemenangan Spanyol menuju Final Euro 2024
Berita Terkini
Citra Satelit Tunjukkan...
Citra Satelit Tunjukkan Kehancuran di Pangkalan Udara Israel Akibat Serangan Iran
3 jam yang lalu
Kerusuhan Meluas di...
Kerusuhan Meluas di Irlandia Utara, Rumah dan Mobil Dibakar
4 jam yang lalu
Diduga Terlibat dalam...
Diduga Terlibat dalam Skandal Seks, Bill Gates Hadapi Sidang di DPR AS
5 jam yang lalu
Pakar Militer Klaim...
Pakar Militer Klaim Iran Ingin Memulihkan Daya Tolak Terhadap Serangan AS
6 jam yang lalu
Bagaimana AS Kehilangan...
Bagaimana AS Kehilangan Helikopter Apache Pertama dalam Perang dengan Iran?
7 jam yang lalu
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
8 jam yang lalu
Infografis
5 Presiden Indonesia...
5 Presiden Indonesia yang Paling Sering Reshuffle Kabinet
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved