3 Kemunafikan Terbesar Amerika Serikat, Teriak HAM Sembari Suplai Senjata dan Uang untuk Israel

Jum'at, 17 November 2023 - 16:26 WIB
loading...
3 Kemunafikan Terbesar...
Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Di tengah ketegangan Israel dan Hamas sejak 7 Oktober 2023, banyak negara yang memandang adanya kemunafikan yang dilakukan oleh Amerika Serikat. Sebagai negara super power, Amerika Serikat belum bisa menghentikan ketegangan itu.

Sebagian besar negara di dunia mengecam tindakan yang dilakukan Israel yang disebut - sebut melakukan genosida di Jalur Gaza. Alih - alih menjadi penengah, Amerika Serikat justru menunjukan dukungan terhadap Israel.

Tak heran jika banyak negara di dunia menganggap Amerika Serikat munafik. Lantas apa saja kemunafikan terbesar Amerika Serikat selama ini? berikut ulasannya:

Kemunafikan Terbesar Amerika Serikat

1. Joe Biden Terus Mengirim Amunisi untuk Israel


Setelah Hamas meluncurkan “Operasi Badai Al-Aqsa” pada 7 Oktober 2023 terhadap Israel, Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, menjadi salah satu pemimpin barat yang mengunjungi Tel Aviv untuk menunjukan dukungan terhadap Israel.

Sebagai pendukung utama Israel, Amerika Serikat juga mengirimkan dua kapal induk ke wilayah tersebut dan hal ini mengindikasikan bahwa mereka dapat mengerahkan 2.000 tentara AS ke Israel dalam rangka bantuan.

Selain itu, Amerika Serikat diam-diam telah meningkatkan bantuan militer ke Israel, memenuhi permintaan yang mencakup lebih banyak rudal berpemandu laser untuk armada tempur Apache, serta peluru 155mm, perangkat penglihatan malam, amunisi penghancur bunker, dan kendaraan militer baru, menurut sebuah laporan.

Hal ini terus dilakukan Amerika Serikat di saat seluruh dunia mengecam apa yang dilakukan Israel terhadap warga sipil Gaza yang sudah menelan puluhan ribu korban jiwa hingga hari ini.
Selain itu, sejak didirikannya negara Israel, Amerika Serikat menjadi pemasok bantuan militer terbesar ke Israel dengan kontribusi sekitar $130 miliar atau setara dengan Rp2 kuadriliun.

Dengan AS bantuan, Israel telah membentuk salah satu militer paling tangguh dan berteknologi maju di Timur Tengah.

Pemerintahan Partai Republik dan Demokrat serta para pemimpin bipartisan di Kongres telah menyetujui bantuan kepada Israel selama beberapa dekade. Sebagai imbalannya, AS telah membangun sekutu militer strategis di Timur Tengah.

Sebagai bagian dari perjanjian yang dicapai di bawah pemerintahan Obama, Israel menerima $3,8 miliar per tahun untuk sistem pertahanan militer dan rudalnya.

Israel adalah penerima terbesar pendanaan militer luar negeri AS, yang mewakili sekitar 15% anggaran pertahanan negara tersebut dalam beberapa tahun terakhir.

2. Amerika Serikat Melakukan Standar Ganda


Banyak pihak yang menyoroti sikap Amerika Serikat yang memberlakukan standar ganda. Hal ini terlihat dari reaksi mereka terhadap pembunuhan warga sipil Israel dan ketiadaan reaksi terhadap pembunuhan warga sipil Palestina.

Jika membahas HAM, Palestina adalah pihak yang paling dirugikan hak asasinya dalam ketegangan pasca 7 Oktober 2023. Terdapat perbedaan yang sangat mencolok bagaimana Amerika Serikat bersikap dalam menanggapi korban sipil Israel maupun Palestina.

Lembaga-lembaga politik, militer, ekonomi, budaya, dan sosial di AS telah sepenuhnya bergerak untuk memberikan dukungan kepada Israel dan para korban di negara tersebut, namun tidak ada dukungan yang serupa yang diberikan kepada rakyat Palestina.

Tidak ada upaya evakuasi untuk warga Palestina, tidak ada pengiriman kapal induk untuk memberikan dukungan militer, dan mayoritas wacana politik dan budaya tidak menghargai kehidupan Palestina atau merasakan duka atas kematian warga Palestina.

3. Amerika Serikat Menolak Seruan Gencatan Senjata


Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa telah mengadakan debat terbuka pertamanya mengenai perang Israel-Gaza.

Dengan sebagian besar anggotanya menyerukan gencatan senjata segera agar bantuan kemanusiaan dapat menjangkau warga Palestina di bawah pemboman Israel yang tiada henti di Gaza.

Dewan beranggotakan 15 orang, yang lima anggota tetapnya termasuk Amerika Serikat dan Rusia memiliki hak veto, sejauh ini gagal menghasilkan resolusi yang akan mengakhiri kekerasan.

AS, sekutu setia Israel memveto sebuah resolusi yang didukung oleh 12 anggota dewan lainnya, yang menyerukan penghentian pertempuran, karena resolusi tersebut tidak cukup menekankan hak Israel untuk membela diri.

Hampir 90 negara masuk dalam daftar pembicara dalam debat , termasuk sekitar 30 menteri luar negeri dan wakil menteri, dan banyak di antara mereka yang menyuarakan seruan untuk gencatan senjata dan penghentian serangan terhadap warga sipil Palestina di tengah kehancuran yang meluas di Gaza dan meningkatnya jumlah korban tewas.

Namun Washington mengatakan pihaknya lebih menyukai jeda kemanusiaan, yang dianggap kurang formal dan lebih pendek dibandingkan gencatan senjata.

Rancangan tersebut, menurut kantor berita AFP, akan membela “hak yang melekat pada semua negara” untuk membela diri sambil menyerukan kepatuhan terhadap hukum internasional.

Hal ini akan mendukung “jeda kemanusiaan” yang memungkinkan bantuan masuk, namun bukan gencatan senjata penuh.

Itulah 3 kemunafikan terbesar Amerika Serikat, semoga informasi ini dapat menambah wawasan para pembaca.
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PM Pakistan Sharif akan...
PM Pakistan Sharif akan Hadiri Pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran Khamenei
CIA akan Rilis Berkas...
CIA akan Rilis Berkas Baru Program Pengendalian Pikiran Terkait Nazi
Israel Ngotot Tempatkan...
Israel Ngotot Tempatkan Pasukannya di Lebanon, Suriah, dan Gaza Tanpa Batas Waktu
Kiper Palestina Saleem...
Kiper Palestina Saleem Al-Ashqar Tewas Dibunuh Tentara Israel di Gaza
Usai Tewaskan 1.300...
Usai Tewaskan 1.300 Orang di Eropa, Gelombang Panas Ekstrem Kini Melanda AS
Ini Detail Cekcok Trump...
Ini Detail Cekcok Trump dan Mohammed bin Salman Gara-gara Perang Iran
Pasokan Minyak Iran...
Pasokan Minyak Iran Kembali Banjiri Pasar Asia, Harga Minyak Dunia Anjlok 4%
Dipicu Kudeta 2021,...
Dipicu Kudeta 2021, Perang Saudara Myanmar Renggut Lebih dari 100 Ribu Jiwa
Dikritik karena Terima...
Dikritik karena Terima Hadiah Pesawat Air Force One dari Qatar, Ini Jawaban Trump
Rekomendasi
HUT ke-80 Bhayangkara...
HUT ke-80 Bhayangkara Momentum Perkuat Transformasi dan Pelayanan Masyarakat
UEFA Tolak Aturan Kartu...
UEFA Tolak Aturan Kartu Merah Pemain Tutup Mulut
Hadir Kembali, Mandiri...
Hadir Kembali, Mandiri Donor Darah Gerakkan 280 Pendonor di 12 Region: Satu Langkah Darimu, Sejuta Harapan Untuknya
Berita Terkini
PBB Perkirakan Pembersihan...
PBB Perkirakan Pembersihan Puing-puing Gaza Perlu Waktu Lebih dari 140 Tahun
Iran Tegaskan Inspektur...
Iran Tegaskan Inspektur IAEA Tak akan Diberi Akses Apa pun ke Lokasi Nuklir yang Dibom
Pemerintah Suriah Terbuka...
Pemerintah Suriah Terbuka untuk Bertemu Hizbullah
PM Pakistan Sharif akan...
PM Pakistan Sharif akan Hadiri Pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran Khamenei
CIA akan Rilis Berkas...
CIA akan Rilis Berkas Baru Program Pengendalian Pikiran Terkait Nazi
Israel Ngotot Tempatkan...
Israel Ngotot Tempatkan Pasukannya di Lebanon, Suriah, dan Gaza Tanpa Batas Waktu
Infografis
India Gunakan S-400...
India Gunakan S-400 Rusia dan Drone Israel untuk Lawan Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved