Pilih Rawat Pasien, Dokter di Jalur Gaza Tolak Perintah Israel Tinggalkan RS

Minggu, 15 Oktober 2023 - 08:40 WIB
loading...
Pilih Rawat Pasien,...
Sejumlah dokter dan petugas medis di rumah sakit Jalur Gaza menolak perintah evakuasi Israel dan memilih merawat pasien. Foto/Ilustrasi
A A A
JALUR GAZA - Meskipun ada ancaman Israel bahwa rumah sakit mereka akan dibom, para dokter di Al Awda, Jalur Gaza terus menyelamatkan nyawa.

Dr Nisreen al-Shorafa hanya tidur 10 jam selama tujuh hari terakhir.

Ahli bedah berusia 30 tahun ini mengelola ruang gawat darurat di Rumah Sakit Al Awda di Tal al-Zaatar, antara Beit Lahia dan Beit Hanoun, dan dia tidak dapat mengingat kapan dia harus bekerja lebih keras.

Mendedikasikan diri sepenuhnya untuk membantu menyelamatkan orang-orang yang selamat dari pemboman Israel yang tiada henti, dia telah mendorong dirinya melampaui apa yang dia pikir bisa dia lakukan.

Pada hari Sabtu, rumah sakit mulai menerima panggilan peringatan dari militer Israel. Pesannya sangat jelas dan tidak menyenangkan: Rumah sakit harus dievakuasi karena akan dibom.

“Saya yakin mereka (tentara Israel) bangga pada diri mereka sendiri, mengancam akan mengebom rumah sakit tersebut,” kata perawat warga Asala al-Batsh.

“Mereka bersikeras agar semua orang dan segalanya bergerak. Seluruh personel rumah sakit, semua pasien, termasuk yang berada di ICU, dan jenazah di kamar mayat,” imbuhnya seperti dikutip dari Al Jazeera, Minggu (15/10/2023).

Baca Juga: Liga Arab Desak PBB Bertindak: Evakuasi Paksa Warga Gaza Kejahatan Hukum Internasional

Setelah mencoba menjelaskan kepada tentara Israel melalui telepon tentang ketidakmanusiawian dan ketidakmungkinan mengeluarkan semua orang dari rumah sakit dan menuju ke selatan, tim tersebut menyerah.

“Kami memutuskan untuk tidak pergi,” kata al-Shorafa.

“Dewan direksi rumah sakit tidak tahu apakah kami akan dibom atau tidak. Tapi mereka yakin kami melakukan hal yang benar," tegasnya.

“Kami benar sekali dalam mengindahkan panggilan tugas; sebagai dokter, sebagai perawat, kita semua perlu bersatu di saat seperti ini,” imbuhnya.

Al Awda Artinya 'Kembali'


Selain bekerja sepanjang waktu untuk merawat semua orang terluka yang datang melalui pintu tersebut, rumah sakit juga telah membuka pintunya bagi mereka yang melarikan diri dari kehancuran dan mencari tempat yang mereka harap merupakan tempat yang aman untuk berlindung.

Banyak orang takut untuk memenuhi permintaan Israel agar mereka menuju ke selatan karena konvoi evakuasi orang-orang terkena serangan, dan semua orang di rumah sakit – dokter, pasien, petugas medis – takut jika mereka mencoba pergi, mereka akan terbunuh di jalan.

Maka mereka berkumpul bersama, kurang tidur dan kekurangan makanan dan air.

Rumah sakit mengatakan mereka telah menerima dukungan dari orang-orang yang tinggal di sekitarnya yang membawa makanan dan persediaan dasar untuk pasien dan orang-orang yang mencari perlindungan.

Baca Juga: Israel akan Bom Rumah Sakit Al-Awdeh di Jabaliya, Pasien Dipindah ke RS Indonesia

“Bekerja di rumah sakit, kami hampir tidak punya waktu untuk makan pada hari biasa, jadi hal tersebut jelas bukan prioritas kami saat ini,” kata perawat lainnya, menjelaskan bahwa bantuan apa pun digunakan untuk pasien.

Semua rumah sakit di Jalur Gaza melebihi kapasitasnya, sampai-sampai pasien terbaring di koridor dan jenazah harus disimpan di truk makanan atau es krim berpendingin dan dijajarkan di trotoar sebelum dimakamkan karena kamar mayat sangat penuh.

Kementerian Kesehatan Palestina telah beberapa kali mendesak masyarakat internasional untuk melakukan intervensi, namun tidak ada tanggapan atau bantuan yang datang.

“Kami berupaya semaksimal mungkin, namun terdapat kekurangan yang besar, terutama di ruang gawat darurat, yang merupakan lini pertama kami dalam merespons orang-orang yang datang. Kadang-kadang kami berada di garis antara hidup dan mati,” ucap al-Shorafa.

“Kami bekerja sangat keras,” katanya, suaranya pecah.

“Kami benar-benar melakukan segala yang kami bisa, namun terkadang seorang pasien akan meninggal… rasanya begitu banyak orang meninggal setiap hari sejak awal perang ini," tuturnya.

“Ini sangat sulit, kami merasa benar-benar tidak berdaya,” katanya saat air mata mengalir perlahan di pipinya yang kelelahan.

Baca Juga: Militer Israel Tuntut Evakuasi Rumah Sakit Al-Quds di Gaza

(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PBB Perkirakan Pembersihan...
PBB Perkirakan Pembersihan Puing-puing Gaza Perlu Waktu Lebih dari 140 Tahun
Israel Ngotot Tempatkan...
Israel Ngotot Tempatkan Pasukannya di Lebanon, Suriah, dan Gaza Tanpa Batas Waktu
Kiper Palestina Saleem...
Kiper Palestina Saleem Al-Ashqar Tewas Dibunuh Tentara Israel di Gaza
Dunia Fokus ke Iran,...
Dunia Fokus ke Iran, Israel Justru Percepat Perebutan Lahan di Gaza dan Tepi Barat
Jelang Pemilu, Netanyahu...
Jelang Pemilu, Netanyahu Ngotot Usir Warga Palestina dari Gaza
Dewan Perdamaian Ungkap...
Dewan Perdamaian Ungkap Kendaraan Taktis Pertama Tiba di Pangkalan Multinasional Dekat Gaza
Rudal AGM-188A Rusty...
Rudal AGM-188A Rusty Dagger, Membentuk Masa Depan Medan Perang
Majelis Ulama Senior...
Majelis Ulama Senior Iran Serukan Pembunuhan Donald Trump dan Netanyahu
Trump Tuduh China Ingin...
Trump Tuduh China Ingin Kuasai Terusan Panama: Tak Akan Terjadi!
Rekomendasi
Hadir Kembali, Mandiri...
Hadir Kembali, Mandiri Donor Darah Gerakkan 280 Pendonor di 12 Region: Satu Langkah Darimu, Sejuta Harapan Untuknya
UEFA Tolak Aturan Kartu...
UEFA Tolak Aturan Kartu Merah Pemain Tutup Mulut
Profil Saleem Khader...
Profil Saleem Khader Al-Ashqar, Kiper Palestina yang Tewas dalam Serangan Israel di Gaza
Berita Terkini
PBB Perkirakan Pembersihan...
PBB Perkirakan Pembersihan Puing-puing Gaza Perlu Waktu Lebih dari 140 Tahun
Iran Tegaskan Inspektur...
Iran Tegaskan Inspektur IAEA Tak akan Diberi Akses Apa pun ke Lokasi Nuklir yang Dibom
Pemerintah Suriah Terbuka...
Pemerintah Suriah Terbuka untuk Bertemu Hizbullah
PM Pakistan Sharif akan...
PM Pakistan Sharif akan Hadiri Pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran Khamenei
CIA akan Rilis Berkas...
CIA akan Rilis Berkas Baru Program Pengendalian Pikiran Terkait Nazi
Israel Ngotot Tempatkan...
Israel Ngotot Tempatkan Pasukannya di Lebanon, Suriah, dan Gaza Tanpa Batas Waktu
Infografis
Membangkang, Panglima...
Membangkang, Panglima Israel Tolak Perintah Serang Gaza Besar-besaran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved