Panglima Militer Israel: Sekarang Adalah Waktunya Berperang

Jum'at, 13 Oktober 2023 - 08:37 WIB
loading...
Panglima Militer Israel:...
Israel bersiap menyerang Gaza. Foto/Reuters
A A A
GAZA - Panglima militer Israel Letnan Jenderal Herzi Halevi mengatakan, "Sekarang adalah waktunya berperang."

Itu dibuktikan dengan Israel mengumpulkan tank di dekat Jalur Gaza menjelang rencana invasi darat untuk memusnahkan kelompok Hamas yang memerintah daerah yang terisolir.

Halevi, mengatakan pelajaran dapat diambil dari kegagalan keamanan di sekitar Gaza yang memungkinkan serangan tersebut. “Kami akan belajar, menyelidiki, tapi sekarang adalah waktunya perang,” katanya.

Kepercayaan diri Israel itu dikarenakan Amerika Serikat (AS) siap memberikan bantuan apapun tanpa syarat apapun. Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin mengatakan militer AS tidak memberikan syarat apa pun terhadap bantuan keamanannya kepada Israel, seraya menambahkan bahwa Washington mengharapkan militer Israel untuk "melakukan hal yang benar" dalam melancarkan perangnya melawan Hamas.

Austin dijadwalkan berada di Israel pada hari Jumat dan berencana bertemu dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Kemudian, Parlemen Israel menyetujui pemerintahan persatuan darurat Netanyahu pada Kamis malam, termasuk sejumlah anggota parlemen oposisi berhaluan tengah, untuk menunjukkan tekad bersatu negara tersebut untuk melawan Hamas.

Lembaga penyiaran publik Kan mengatakan jumlah korban tewas di Israel telah meningkat menjadi lebih dari 1.300 orang. Puluhan sandera Israel dan asing dibawa kembali ke Gaza; Israel mengatakan telah mengidentifikasi 97 di antaranya.

Baca Juga: Bagaimana Mohammed Deif Mendalangi Serangan ke Israel?

Israel telah merespons sejauh ini dengan mengepung Gaza, rumah bagi 2,3 juta orang, dan meluncurkan kampanye pengeboman yang menghancurkan seluruh lingkungan. Pihak berwenang Gaza mengatakan lebih dari 1.500 warga Palestina telah terbunuh.

Sirene peringatan akan adanya tembakan roket terdengar di komunitas Israel di dekat perbatasan Gaza pada Jumat pagi.

Israel melancarkan serangan udara di Jalur Gaza semalam, media Palestina melaporkan. Satu serangan terhadap sebuah rumah di kamp pengungsi Bureij di Gaza tengah menewaskan sedikitnya 17 orang, kata laporan itu.

Kemudian, dalam upaya untuk membangun dukungan atas tanggapannya, pemerintah Israel menunjukkan kepada Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken dan para menteri pertahanan NATO gambar-gambar anak-anak dan warga sipil yang mereka katakan telah dibunuh oleh Hamas dalam serangan akhir pekan di Israel.

Blinken mengatakan mereka menunjukkan seorang bayi yang "penuh dengan peluru", tentara yang dipenggal, dan orang-orang muda dibakar di dalam mobil mereka. “Ini hanyalah kebobrokan dalam cara terburuk yang bisa dibayangkan,” katanya. “Ini benar-benar melampaui apa pun yang dapat kita pahami.”

Israel telah berjanji untuk membalas serangan tersebut, yang merupakan serangan paling mematikan yang dilakukan militan Palestina dalam sejarah Israel.

Seperti negara lain di seluruh dunia, Blinken mendesak Israel untuk menahan diri, namun ia juga menegaskan kembali dukungan Amerika, dengan mengatakan: “Kami akan selalu berada di sisi Anda.”

Pada hari Jumat ia dijadwalkan bertemu Raja Abdullah dan Mahmoud Abbas, kepala Otoritas Palestina di Tepi Barat yang diduduki Israel, di Yordania sebagai bagian dari tur Timur Tengah yang bertujuan menghentikan dampak perang.

Diplomat tertinggi Amerika, Blinken berencana mengunjungi sekutu utama AS, Qatar, Arab Saudi, Mesir, dan Uni Emirat Arab – beberapa di antaranya memiliki pengaruh terhadap Hamas, kelompok Islam yang didukung oleh Iran.



Sementara itu, Komite Palang Merah Internasional (ICRC) mengatakan bahan bakar yang menggerakkan generator darurat di rumah sakit di Gaza bisa habis dalam beberapa jam dan Program Pangan Dunia PBB (WFP) memperingatkan bahwa persediaan makanan dan air bersih hampir habis.

“Penderitaan manusia yang disebabkan oleh eskalasi ini sangat menjijikkan, dan saya mohon kepada semua pihak untuk mengurangi penderitaan warga sipil,” kata Direktur Regional ICRC Fabrizio Carboni.

Pengadilan Kriminal Internasional mengatakan pihaknya memiliki yurisdiksi atas potensi kejahatan perang yang dilakukan oleh Hamas dan Israel di Jalur Gaza.

Washington mengatakan Iran tidak akan mendapatkan akses dalam waktu dekat terhadap dana Iran senilai $6 miliar yang disimpan di bank Qatar bulan lalu sebagai bagian dari pertukaran tahanan. Iran merayakan serangan tersebut namun menyangkal peran langsungnya.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Presiden Mahmoud Abbas:...
Presiden Mahmoud Abbas: Pilpres Palestina Digelar Awal 2027
Israel Tak Akan Mundur...
Israel Tak Akan Mundur dari Suriah, Gaza dan Lebanon
Serang Lebanon, Israel:...
Serang Lebanon, Israel: Kami Tak Terikat dalam Perjanjian Damai Iran dan AS
Apa Itu Front Kedelapan...
Apa Itu Front Kedelapan Israel? Propaganda Digital terhadap Politikus Pro-Palestina
Ini Bukti Biadabnya...
Ini Bukti Biadabnya Tentara Israel Tembak Mati Bayi Palestina di Tepi Barat
Turki Ingin Rebut dan...
Turki Ingin Rebut dan Bebaskan Yerusalem, Israel Beri Respons Sinis
6 WNI Relawan Global...
6 WNI Relawan Global Sumud Land Convoy yang Terhenti di Libya Dipulangkan Kemlu
Iran-AS Capai Kesepakatan...
Iran-AS Capai Kesepakatan Damai, Israel Tolak Tarik Pasukan dari Lebanon
Bukan Akhir dari Konflik,...
Bukan Akhir dari Konflik, MoU Perjanjian Damai AS-Iran Hanya Redakan Ketegangan
Rekomendasi
Ini Jenis Produk Sawit...
Ini Jenis Produk Sawit dan Batu Bara yang Ekspornya Diatur Lewat PT DSI
Konflik Memanas, Ruben...
Konflik Memanas, Ruben Onsu Ultimatum Sarwendah Soal Nafkah dan Hak Bertemu Anak
4 Upaya Penyelundupan...
4 Upaya Penyelundupan Narkoba ke Lapas dan Rutan Salemba Digagalkan, Disembunyikan di Organ Intim hingga Botol Obat
Berita Terkini
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Hamas Sambut Baik Kesepakatan...
Hamas Sambut Baik Kesepakatan AS-Iran, Serukan Penghentian Serangan di Gaza dan Lebanon
7 Fakta Unik Cape Verde,...
7 Fakta Unik Cape Verde, Negara Kecil yang Bikin Spanyol Frustrasi di Piala Dunia 2026
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Trump: AS Tidak akan...
Trump: AS Tidak akan Bayar Iran Rp5 Triliun, Itu Berita Palsu
Siapa Pihak yang Berpotensi...
Siapa Pihak yang Berpotensi Menggagalkan Kesepakatan Perdamaian Iran dan AS?
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved